Reporter: Sunardi ZalikaAhad pagi ( 07-11-2010 ) susana jogja yang memang lagi berduka, pagi itu dari kejauhan tampak honda supra x AB 4321 HG merapat di parkiran pasar ngablak sitimulyo Piyungan,
"assalamu'alaikum", sapa sang pegendara yang ternyata akh agus (kader PKS yang beberapa waktu sempat menghilang dari lapangan futsal).
"piye ki acara ne", lanjut akh agus.
Ya,sesuai kesepakatan syuro DPRa PKS Sitimulyo pagi itu agendanya penggalangan dana (lagi) korban MERAPI . Jam 6.30 di pelataran parkir pasar ngablak sudah datang duluan, ukhti titik, sulas, yuni, warti, hida, tsabita, marni. Dari barisan ikhwan tampak Ketua DPRa Sitimulyo (pjs) akh parman, sunar, tyo, sulis, pak de, didi.
"biar lebih optimal, gimana kalo kita bagi, akhwat tetap di pasar ngablak dan ikhwan di pasar sekarsuli", seru akh parman selaku komando aksi itu. Akooorrr....
Masing-masing personil bergerak berbekal kardus plus seikat bunga warna warni produksi tangan sendiri, alias bunga kertas. Mengawali aksi, masing-masing kader terlebih dahulu merogoh rupiah dari kantongnya. Baru berikutnya ngiter ke kerumunan pasar. Meski hari ini sudah memasuki hari ke-13 sejak merapi erupsi pertama kali, tapi Alhamdulillah, para bakul juga pengunjung pasar masih tetap mengulurkan rupiah mereka.
"Lha wingi uwis je mbak, tapi yo ra popo ding, tak infaq maneh..."
Tanggapan serupa itu berkali-kali kami dengar. Alhamdulillah, masyarakat tetap memelihara jiwa peduli dan berbagi..
Pukul 08.00 WIB, aksi berakhir. Pagi itu Alhamdulillah dana terkumpul Rp 427.200 sehingga total dana Rp 2,4 juta (digabung dengan dana yg sudah terkumpul dari para kader dan beberapa donatur sejak bebera waktu lalu).
"aku pulang dulu kang ,mo sarapan dulu " pamit akh agus, "ntar ketemu lagi jam 10”.
Para akhwat segera meluncur kerumah masing-masing untuk mempersiapkan nasi bungkus yg akan dikirim ke barak pengungsian. Siang harinya, DPC PKS Piyungan akan mengirim bantuan berupa nasi bungkus dan barang2 yg berhasil dihimpun dari para kader ke Posko Induk P2B PKS Peduli Merapi.
---
Tak terasa jam sudah menunjukan pkl 10.00, dari arah wonosari tampak toyota avanza hitam (pak prihanta) membawa nasi bungkus dari DPRa PKS Srimartani, kijang extra (pak sulis) kebagian ngangkut loistik dari DPRa Srimulyo, dibelakangnya kijang kapsul warna hijau (pak de) diiringi carry pik up berisikan logistik dari DPRa Sitimulyo .
Dari markas DPC PKS Piyungan yang terletak di radius 40km dari puncak merapi ,siang itu rombongan DPC PKS Piyungan meluncur ke posko induk P2B PKS, posko pandowoharjo dan posko lumbungrejo.
Rombongan yang dipimpin Ketua DPC Andi TW ini membawa bantuan: 600 nasi bungkus, mukena jilbab baju bayi baju anak baju dewasa jaket dll total 4 karung dan 8 kresek besar, pasta gigi sabun mandi shampo diterjen handuk pakain dlm l/p pempers pembalut minyak telon kayu putih dll senilai 2,4jt rupiah dari hasil sumbangan yang dihimpun.
Di sepanjang perjalanan yang nampak hanyalah debu putih di ruas jalan raya magelang.
Betul, siang itu matahari tak nampak, tapi suhu panas sangat terasa di pos pengungsian posko pandowoharjo maupun lumbungrejo yang terletak di sebelh utara Sleman kota. Gemuruh merapi dirasakan sampai radius 50 km seperti disampaikan kang Gendut yang siang itu telpon ke hape om sunar yang ikut dalam mobil relawan.
Allahummaghfirlahum warhamhum wa ‘afihim wa’fu anhum…..
Ya Allah, berikan kesabaran untuk keluarga yang di tinggalkan ….
---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com
"assalamu'alaikum", sapa sang pegendara yang ternyata akh agus (kader PKS yang beberapa waktu sempat menghilang dari lapangan futsal).
"piye ki acara ne", lanjut akh agus.
Ya,sesuai kesepakatan syuro DPRa PKS Sitimulyo pagi itu agendanya penggalangan dana (lagi) korban MERAPI . Jam 6.30 di pelataran parkir pasar ngablak sudah datang duluan, ukhti titik, sulas, yuni, warti, hida, tsabita, marni. Dari barisan ikhwan tampak Ketua DPRa Sitimulyo (pjs) akh parman, sunar, tyo, sulis, pak de, didi.
"biar lebih optimal, gimana kalo kita bagi, akhwat tetap di pasar ngablak dan ikhwan di pasar sekarsuli", seru akh parman selaku komando aksi itu. Akooorrr....
Masing-masing personil bergerak berbekal kardus plus seikat bunga warna warni produksi tangan sendiri, alias bunga kertas. Mengawali aksi, masing-masing kader terlebih dahulu merogoh rupiah dari kantongnya. Baru berikutnya ngiter ke kerumunan pasar. Meski hari ini sudah memasuki hari ke-13 sejak merapi erupsi pertama kali, tapi Alhamdulillah, para bakul juga pengunjung pasar masih tetap mengulurkan rupiah mereka.
"Lha wingi uwis je mbak, tapi yo ra popo ding, tak infaq maneh..."
Tanggapan serupa itu berkali-kali kami dengar. Alhamdulillah, masyarakat tetap memelihara jiwa peduli dan berbagi..
Pukul 08.00 WIB, aksi berakhir. Pagi itu Alhamdulillah dana terkumpul Rp 427.200 sehingga total dana Rp 2,4 juta (digabung dengan dana yg sudah terkumpul dari para kader dan beberapa donatur sejak bebera waktu lalu).
"aku pulang dulu kang ,mo sarapan dulu " pamit akh agus, "ntar ketemu lagi jam 10”.
Para akhwat segera meluncur kerumah masing-masing untuk mempersiapkan nasi bungkus yg akan dikirim ke barak pengungsian. Siang harinya, DPC PKS Piyungan akan mengirim bantuan berupa nasi bungkus dan barang2 yg berhasil dihimpun dari para kader ke Posko Induk P2B PKS Peduli Merapi.
---
Tak terasa jam sudah menunjukan pkl 10.00, dari arah wonosari tampak toyota avanza hitam (pak prihanta) membawa nasi bungkus dari DPRa PKS Srimartani, kijang extra (pak sulis) kebagian ngangkut loistik dari DPRa Srimulyo, dibelakangnya kijang kapsul warna hijau (pak de) diiringi carry pik up berisikan logistik dari DPRa Sitimulyo .
Dari markas DPC PKS Piyungan yang terletak di radius 40km dari puncak merapi ,siang itu rombongan DPC PKS Piyungan meluncur ke posko induk P2B PKS, posko pandowoharjo dan posko lumbungrejo.
Rombongan yang dipimpin Ketua DPC Andi TW ini membawa bantuan: 600 nasi bungkus, mukena jilbab baju bayi baju anak baju dewasa jaket dll total 4 karung dan 8 kresek besar, pasta gigi sabun mandi shampo diterjen handuk pakain dlm l/p pempers pembalut minyak telon kayu putih dll senilai 2,4jt rupiah dari hasil sumbangan yang dihimpun.
Di sepanjang perjalanan yang nampak hanyalah debu putih di ruas jalan raya magelang.
Betul, siang itu matahari tak nampak, tapi suhu panas sangat terasa di pos pengungsian posko pandowoharjo maupun lumbungrejo yang terletak di sebelh utara Sleman kota. Gemuruh merapi dirasakan sampai radius 50 km seperti disampaikan kang Gendut yang siang itu telpon ke hape om sunar yang ikut dalam mobil relawan.
Allahummaghfirlahum warhamhum wa ‘afihim wa’fu anhum…..
Ya Allah, berikan kesabaran untuk keluarga yang di tinggalkan ….
---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com


Comments
Post a Comment