by salwangga----
Kudu mesem (mringis) aku maca tulisan Ken Sri.
Rasulullah saw, tidak pernah memaksakan para sahabat untuk mengenakan jubah seperti beliau pakai. Ali, karakternya tentu beda dengan Umar yang keras, tegas, terhadap kemungkaran tak kenal kompromi. Begitu pula Abubakar, mertua nabi. Usman bin Affan pun lain lagi penampilannya.
Zaman itu beluma ada Steffanie, Arrow, Cardinal, Tira, Lea. Apalagi Adji Notonegoro, Itang Yunaz. Atau terbaru, Albis, Shafira, Rabbani, Dannys. Loh, koq malah ngomongin mode.
Aku mau katakan adalah; silahkan saja jubah beraneka warna, penampilan (pakaian) beraneka bentuk, macem-macem ukuran. Rambut beda tatanan, belah tengah seperti zaman kumpeni, belah pinggir era soekarno, gelung keatas model majapahitan, gondrong, botak plonthos. Apa maneh? Cukur kuncung kaya cilikanku mbiyen, rambut kliwir. Silahkan saja. Itu hak anak muda. Toh, nanti kalau sudah saatnya insyaf sendiri.
kalaupun klimis, necis, pastikan lebih klimis lagi hati dan akhlak.
Masa muda, masa ekspresi
Tapi satu, kita sehati!
Soal prejengan, tak perlu geli
Terpenting sikap berani
Bersuara dengan nurani
Bangun geliat bisnis, tanamkan jiwa mandiri. Yuk!!!
(ngumpul-ngumpul yen ra ono duwi’e, piye? segala sesuatu perlu dana operasional.)
Zaman itu beluma ada Steffanie, Arrow, Cardinal, Tira, Lea. Apalagi Adji Notonegoro, Itang Yunaz. Atau terbaru, Albis, Shafira, Rabbani, Dannys. Loh, koq malah ngomongin mode.
Aku mau katakan adalah; silahkan saja jubah beraneka warna, penampilan (pakaian) beraneka bentuk, macem-macem ukuran. Rambut beda tatanan, belah tengah seperti zaman kumpeni, belah pinggir era soekarno, gelung keatas model majapahitan, gondrong, botak plonthos. Apa maneh? Cukur kuncung kaya cilikanku mbiyen, rambut kliwir. Silahkan saja. Itu hak anak muda. Toh, nanti kalau sudah saatnya insyaf sendiri.
kalaupun klimis, necis, pastikan lebih klimis lagi hati dan akhlak.
Masa muda, masa ekspresi
Tapi satu, kita sehati!
Soal prejengan, tak perlu geli
Terpenting sikap berani
Bersuara dengan nurani
Bangun geliat bisnis, tanamkan jiwa mandiri. Yuk!!!
(ngumpul-ngumpul yen ra ono duwi’e, piye? segala sesuatu perlu dana operasional.)


Comments
Post a Comment