By: T@niZa $yamiLParade aksi hari Ahad kemarin (1/02/09) digelar keluarga besar DPRa Srimulyo dengan penuh senyum dan semangat juang yang luar biasa. Betapa tidak, sejak pagi hari sudah memulai aksi kemanusiaan di Pasar Piyungan dalam kerjasamanya dengan DPD PKS Bantul lewat pengobatan gratis serta cek gula darah dan asam urat bagi para pedagang dan pengunjung pasar hingga pukul 12.00 WIB.
Usai aksi di Pasar, masih ada 3 agenda lain yang menanti kami, yaitu di Nyamplung, Duren dan Gondang (Kaligatuk). Memasuki waktu dzuhur kami pun terbuai dalam sujud khusyuk penuhi panggilanNYA. Sejenak kami pun streatching untuk me-refresh kembali kekuatan dan semangat kami agar lebih siap lagi dalam aksi selanjutnya. Setelah dirasa cukup siap, masing-masing pasukan pun mengarahkan kendaraannya melaju menaiki bukit-bukit menuju Kaligatuk.
Di tengah perjalanan, ketika menemui jalanan yang menanjak, salah satu motor akhwat sempat terkejut dengan medan terjal yang belum pernah dilaluinya. Tiba-tiba motor terbatuk-batuk, tidak kuat naik, membuat penumpangnya panik.... Dengan gerak reflek yang baik, ukhti Novi yang saat itu membonceng segera turun dari motor dan membantu mendorong kendaraan kami. Alhamdulillah situasi itu langsung bisa terkendali dengan baik berkat keahlian sang driver yang sudah sering menaklukkan medan-medan terjal... (bukan bermaksud ujub lho ya...). Motor pun kembali melaju dengan tenang.
Sesampainya di lokasi RT 4 (Gondang), kami pun disambut hangat oleh masyarakat setempat. Ibu-ibu sudah berkumpul di rumah ketua RT yang memang sudah menjadi tempat mangkalnya kegiatan ibu-ibu RT 4 setiap Minggu Kliwon. Sembari menunggu acara arisan ibu-ibu selesai, kami dari tim kewanitaan (Ummu Ima, Rati, Ketut,Susi dan Novi) ikut bergabung bersama mereka dengan beramah tamah bersama warga yang hadir disana.
Setelah arisan selesai, sekitar pukul 14.00 WIB Ummu Ima pun langsung mengisi forum siang itu dengan sosialisasi Pos WK. Beliau memaparkan gambaran tentang beberapa Pos WK yang sudah berdiri dan berjalan di beberapa dusun di Piyungan, terutama di Kelurahan Srimulyo. Disampaikannya juga tentang sejarah, tujuan, serta program-program yang ada dalam Pos WK. Ibu-ibu yang hadir pun menyimak dengan seksama dan penuh antusias.
Ummu Ima mengahiri sosialisasinya dengan memberikan tawaran program untuk pertemuan yang akan datang pada peserta. Namun mereka masih bingung untuk menentukan pilihan program perdana mereka karena banyak program pilihan ibu-ibu yang diminta untuk segera diadakan. Setelah diberikan waktu beberapa menit untuk merundingkannya, ternyata mereka belum juga menemukan satu suara. Akhirnya kami memberikan alternatif program yang akan digelar pada pertemuan perdana Pos WK disana, yaitu antara perawatan jenazah dan keterampilan memasak (Kita tunggu hasilnya pada Minggu Kliwon bulan depan).
Berikutnya setelah Ummu Ima menutup pembicaraan, giliran Pak Wawan Wikasno selaku ketua DPC PKS Piyungan beserta Pak Winarno mulai beraksi memberikan sosialisasi tentang Pemilu 2009 pada peserta. Cara penyampaian mereka siang itu mampu mengundang perhatian yang serius ibu-ibu yang hadir, meski sempat diselingi canda tawa dengan guyonan-guyonan politik yang disuguhkan. "Wah... nek ngono yo kudu milih PKS no Mas, mas..." (ujar salah seorang ibu ketika ketua DPC menyampaikan cara praktis saat pemilihan nanti di bilik suara agar kertas suara tidak rusak dan proses memilihnya cepat, yaitu dengan mencentang "pojok kanan atas").
Gelak tawa ibu-ibu semakin terdengar ketika dilakukan simulasi. Kala itu, ada simbah-simbah yang melakukan simulasi. Beliau kebingungan ketika hendak mengembalikan kipatan kertas suara yang telah dibukanya. "Woalah..., ora iso aku mas. Angel je..." Beliau lantas asal saja melipat kertas suaranya. "Njenengan niku wau malah dereng milih lho Mbah, kok ndang dilempit malih niku pripun to..?" ujar Pak Wawan yang kemudian memberikan penjelasan kembali pada Simbah tadi.
Ada lagi seorang ibu yang mencoba simulasi dengan gaya "lesehan"nya. Beliau membentangkan kertas suara di atas tikar kemudian jongkok lalu mencentang salah satu parpol pilihannya (Baris kedua paling kiri). Kami yang hadir disana kembali dibuat geli saat ketua DPC memberikan komentarnya. "Ibu-ibu... mbenjang niku bilik suara nipun mboten "lesehan" kados meniko. Njenengan mangke mboten saged ngoten niku, ten riko mangke mboten digelari kloso bu..." (lucu juga kali ya kalo pemungutan suara sambil lesehan Hehehe....)
Sebelumnya, Ketua DPC melakukan sosialisasi Pemilu di RT 3 (Duren). Di sana simulasi berjalan dengan lancar karena sebagian dari peserta merupakan kader PKS. Namun ada juga ibu-ibu yang mengalami kesulitan (lagi-lagi) pada saat mengembalikan lipatan kertas suara seperti semula. Ada yang menempatkan stiker (sampul) di tengah lipatan, bahkan ada yang kemudian menyerah karena kebingungan dengan cara melipat yang benar. Mungkin ini patut menjadi PeEr bagi kita bersama untuk tetap selalu mensosialisasikan dan memberikan informasi yang benar kepada masyarakat tentang pelaksanaan pengmungutan suara pada pemilu tahun ini. Mari kita sukseskan pesta demokrasi tahun 2009. Semoga kemenangan 2009 berpihak pada kita. ALLAHU AKBAR....!!!
Kembali soal Pos WK, Ummu Aisy bersama Ukhti Giyanti yang kebetulan ditemani 2 mahasiswa UAD (eks. personil KKN di Duren yang juga merupakan salah satu personil SANTIKA dari DPW) yang sedang bersilaturahim disana melakukan sosialisasi Pos WK kepada ibu-ibu RT 3 Duren. Tidak jauh berbeda dengan di Gondang, ibu-ibu yang hadir menyambut program-program yang kami tawarkan dengan senang hati. Hanya saja di Duren ini, pertemuanya lebih sering yaitu setiap hari ahad dengan tempat pertemuan yang selalu menetap di kediaman Ketua RT 3. Mereka menyambut baik Pos WK yang akan dibentuk disana dan akan segera memberikan konfirmasi kepada kami kapan diadakannya pertemuan perdana Pos WK di Duren.
Kurang lebih sekitar pukul 15.00 WIB alhamdulillah seluruh rangkaian kegiatan di Kaligatuk, baik di Duren maupun di Gondang selesai. Setelah berpamitan dengan tuan rumah dan ibu-ibu yang hadir, kami kembali "tancap gas" kendaraan masing-masing. Oops..., di jalan yang menanjak dan berbatu menuju jalan beraspal (jalan utama) tidak jauh dari lokasi, tragedi kembali terjadi. Kali ini giliran motor personil SANTIKA DPW yang oleng dan sempat ambruk. Rombongan pun berhenti sejenak menolong mereka. Alhamdulillah situasi segera terkendali dan kami segera mperjalanan.
Subhanallah... selalu saja ada kejadian-kejadian seru di Kaligatuk. Namun demikian, kami tidak akan pernah bosan untuk berkunjung kembali ke "bukit tinggi Srimulyo" dengan kekayaan alamnya yang begitu indah, seolah selalu mengingatkan kita akan Kebesaran Illahi. Oo..Oouw... sampai disini, ternyata rangkaian aksi kami masih belum selesai lho.... Masih ada satu lagi agenda pamungkas yang akan menutup rangkaian parade aksi DPRa Srimulyo peduli masyarakat di awal bulan ini. Lagi-lagi bersama ibu-ibu yang kali ini akan menyambangi Dusun Payak Tengah. Tunggu ceritanya ya.....
TO BE CONTINUE...........
Usai aksi di Pasar, masih ada 3 agenda lain yang menanti kami, yaitu di Nyamplung, Duren dan Gondang (Kaligatuk). Memasuki waktu dzuhur kami pun terbuai dalam sujud khusyuk penuhi panggilanNYA. Sejenak kami pun streatching untuk me-refresh kembali kekuatan dan semangat kami agar lebih siap lagi dalam aksi selanjutnya. Setelah dirasa cukup siap, masing-masing pasukan pun mengarahkan kendaraannya melaju menaiki bukit-bukit menuju Kaligatuk.
Di tengah perjalanan, ketika menemui jalanan yang menanjak, salah satu motor akhwat sempat terkejut dengan medan terjal yang belum pernah dilaluinya. Tiba-tiba motor terbatuk-batuk, tidak kuat naik, membuat penumpangnya panik.... Dengan gerak reflek yang baik, ukhti Novi yang saat itu membonceng segera turun dari motor dan membantu mendorong kendaraan kami. Alhamdulillah situasi itu langsung bisa terkendali dengan baik berkat keahlian sang driver yang sudah sering menaklukkan medan-medan terjal... (bukan bermaksud ujub lho ya...). Motor pun kembali melaju dengan tenang.
Sesampainya di lokasi RT 4 (Gondang), kami pun disambut hangat oleh masyarakat setempat. Ibu-ibu sudah berkumpul di rumah ketua RT yang memang sudah menjadi tempat mangkalnya kegiatan ibu-ibu RT 4 setiap Minggu Kliwon. Sembari menunggu acara arisan ibu-ibu selesai, kami dari tim kewanitaan (Ummu Ima, Rati, Ketut,Susi dan Novi) ikut bergabung bersama mereka dengan beramah tamah bersama warga yang hadir disana.
Setelah arisan selesai, sekitar pukul 14.00 WIB Ummu Ima pun langsung mengisi forum siang itu dengan sosialisasi Pos WK. Beliau memaparkan gambaran tentang beberapa Pos WK yang sudah berdiri dan berjalan di beberapa dusun di Piyungan, terutama di Kelurahan Srimulyo. Disampaikannya juga tentang sejarah, tujuan, serta program-program yang ada dalam Pos WK. Ibu-ibu yang hadir pun menyimak dengan seksama dan penuh antusias.
Ummu Ima mengahiri sosialisasinya dengan memberikan tawaran program untuk pertemuan yang akan datang pada peserta. Namun mereka masih bingung untuk menentukan pilihan program perdana mereka karena banyak program pilihan ibu-ibu yang diminta untuk segera diadakan. Setelah diberikan waktu beberapa menit untuk merundingkannya, ternyata mereka belum juga menemukan satu suara. Akhirnya kami memberikan alternatif program yang akan digelar pada pertemuan perdana Pos WK disana, yaitu antara perawatan jenazah dan keterampilan memasak (Kita tunggu hasilnya pada Minggu Kliwon bulan depan).
Berikutnya setelah Ummu Ima menutup pembicaraan, giliran Pak Wawan Wikasno selaku ketua DPC PKS Piyungan beserta Pak Winarno mulai beraksi memberikan sosialisasi tentang Pemilu 2009 pada peserta. Cara penyampaian mereka siang itu mampu mengundang perhatian yang serius ibu-ibu yang hadir, meski sempat diselingi canda tawa dengan guyonan-guyonan politik yang disuguhkan. "Wah... nek ngono yo kudu milih PKS no Mas, mas..." (ujar salah seorang ibu ketika ketua DPC menyampaikan cara praktis saat pemilihan nanti di bilik suara agar kertas suara tidak rusak dan proses memilihnya cepat, yaitu dengan mencentang "pojok kanan atas").
Gelak tawa ibu-ibu semakin terdengar ketika dilakukan simulasi. Kala itu, ada simbah-simbah yang melakukan simulasi. Beliau kebingungan ketika hendak mengembalikan kipatan kertas suara yang telah dibukanya. "Woalah..., ora iso aku mas. Angel je..." Beliau lantas asal saja melipat kertas suaranya. "Njenengan niku wau malah dereng milih lho Mbah, kok ndang dilempit malih niku pripun to..?" ujar Pak Wawan yang kemudian memberikan penjelasan kembali pada Simbah tadi.
Ada lagi seorang ibu yang mencoba simulasi dengan gaya "lesehan"nya. Beliau membentangkan kertas suara di atas tikar kemudian jongkok lalu mencentang salah satu parpol pilihannya (Baris kedua paling kiri). Kami yang hadir disana kembali dibuat geli saat ketua DPC memberikan komentarnya. "Ibu-ibu... mbenjang niku bilik suara nipun mboten "lesehan" kados meniko. Njenengan mangke mboten saged ngoten niku, ten riko mangke mboten digelari kloso bu..." (lucu juga kali ya kalo pemungutan suara sambil lesehan Hehehe....)
Sebelumnya, Ketua DPC melakukan sosialisasi Pemilu di RT 3 (Duren). Di sana simulasi berjalan dengan lancar karena sebagian dari peserta merupakan kader PKS. Namun ada juga ibu-ibu yang mengalami kesulitan (lagi-lagi) pada saat mengembalikan lipatan kertas suara seperti semula. Ada yang menempatkan stiker (sampul) di tengah lipatan, bahkan ada yang kemudian menyerah karena kebingungan dengan cara melipat yang benar. Mungkin ini patut menjadi PeEr bagi kita bersama untuk tetap selalu mensosialisasikan dan memberikan informasi yang benar kepada masyarakat tentang pelaksanaan pengmungutan suara pada pemilu tahun ini. Mari kita sukseskan pesta demokrasi tahun 2009. Semoga kemenangan 2009 berpihak pada kita. ALLAHU AKBAR....!!!
Kembali soal Pos WK, Ummu Aisy bersama Ukhti Giyanti yang kebetulan ditemani 2 mahasiswa UAD (eks. personil KKN di Duren yang juga merupakan salah satu personil SANTIKA dari DPW) yang sedang bersilaturahim disana melakukan sosialisasi Pos WK kepada ibu-ibu RT 3 Duren. Tidak jauh berbeda dengan di Gondang, ibu-ibu yang hadir menyambut program-program yang kami tawarkan dengan senang hati. Hanya saja di Duren ini, pertemuanya lebih sering yaitu setiap hari ahad dengan tempat pertemuan yang selalu menetap di kediaman Ketua RT 3. Mereka menyambut baik Pos WK yang akan dibentuk disana dan akan segera memberikan konfirmasi kepada kami kapan diadakannya pertemuan perdana Pos WK di Duren.
Kurang lebih sekitar pukul 15.00 WIB alhamdulillah seluruh rangkaian kegiatan di Kaligatuk, baik di Duren maupun di Gondang selesai. Setelah berpamitan dengan tuan rumah dan ibu-ibu yang hadir, kami kembali "tancap gas" kendaraan masing-masing. Oops..., di jalan yang menanjak dan berbatu menuju jalan beraspal (jalan utama) tidak jauh dari lokasi, tragedi kembali terjadi. Kali ini giliran motor personil SANTIKA DPW yang oleng dan sempat ambruk. Rombongan pun berhenti sejenak menolong mereka. Alhamdulillah situasi segera terkendali dan kami segera mperjalanan.
Subhanallah... selalu saja ada kejadian-kejadian seru di Kaligatuk. Namun demikian, kami tidak akan pernah bosan untuk berkunjung kembali ke "bukit tinggi Srimulyo" dengan kekayaan alamnya yang begitu indah, seolah selalu mengingatkan kita akan Kebesaran Illahi. Oo..Oouw... sampai disini, ternyata rangkaian aksi kami masih belum selesai lho.... Masih ada satu lagi agenda pamungkas yang akan menutup rangkaian parade aksi DPRa Srimulyo peduli masyarakat di awal bulan ini. Lagi-lagi bersama ibu-ibu yang kali ini akan menyambangi Dusun Payak Tengah. Tunggu ceritanya ya.....
TO BE CONTINUE...........


Comments
Post a Comment