Reporter: A-Has
MINOLESTARI PIYUNGAN : "Berjuang menegakkan kebenaran di jalur politik itu mesti sabar dan istiqomah. Sedikit demi sedikit kita bawa masyarakat menuju kebaikan mereka. Pemilu kemarin saya 'sebar' kaos di kampung, namun pas coblosan yang milih 'mung telu'. Sing penting tidak mudah menyerah dan tidak putus asa." Urai Kang Makhroji memberi taujih pada Syawalan Kader DPC PKS Piyungan, Ahad (26/10).
Bertempat di pemancingan dan lesehan Mino Lestari, sebanyak tujuh puluhan kader ikhwan akhwat DPC Piyungan menghadiri Syawalan di penghujung bulan syawal. Syawalan yang dihadiri semua caleg dari PKS Piyungan ini berlangsung dari jam sembilan pagi hingga waktu dzuhur. Bapak Amir Syarifudin, aleg DPRD Bantul dari PKS Piyungan juga turut membersamai syawalan yang dipandu Sekjen DPC Piyungan, Pak Sulistiono.
Setelah mendengar lantunan Al-Quran di awal acara, suasana 'dipanaskan' dengan kumandang Mars PKS yang dinyanyikan secara koor semua kader. Dengan posisi tegak berdiri, semua kader menghentakkan 'bait-bait perjuangan' dengan dipimpin akh Dhanie Asy-Syakib.
Pada sesi sambutan dan pengarahan, Ketua DPC PKS Piyungan Wawan Wikasno memberi tadzkiroh akan kemulian berjihad di jalan Allah. Mengutip ayat 95 surat Al-Maidah, ketua DPC Piyungan memberi semangat kepada semua kader: "Tidaklah sama antara orang beriman yang duduk (berpangku tangan tidak ikut berjihad) tanpa adanya uzur dengan orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwanya."
"Dalam konteks sekarang, percuma saja kalau ada kader yang hanya mau ikut liqo tapi tidak mau terlibat dalam kegiatan-kegiatan dakwah PKS. Dia hanya suka 'duduk-duduk' saja di halaqoh liqo tapi tidak mau bersusah-susah, tidak mau mengambil resiko berhadapan dengan masyarakat menyuarakan kebenaran," sambung Akh Wawan Wikasno menutup sesi sambutan dan pengarahan.
Kumandang adzan Dzuhur menghentikan sejenak acara. Kader-kader ikhwan langsung menuju ke mushola pemancingan merapatkan shof sholat berjama'ah secara bergilir.
Ba'da sholat dzuhur, rangkaian acara Syawalan DPC PKS Piyungan ditutup dengan acara 'ramah-tamah'. Sambil menyantap hidangan lele bakar khas Mino Lestari, para kader yang melingkar berkelompok-kelompok kecil terlihat asyik saling berbagi cerita. Tak ketinggalan 'tunas-tunas muda' kader cilik PKS yang berlari-larian saling kejar dan bercanda menambah semarak acara syawalan.


Comments
Post a Comment