Plis Jangan Ke Tukang Ramal

Jauhi Tukang Ramal | al-uyeah.blogspot.com
Bismillah, mamen, yuk kita bahas mengenai tukang ramal, dukun dan sejenisnya. Yang harus kita bener-bener jauhi. Dan sayangnya, perkara-perkara ini sangat banyak ada di Indonesia. Sering juga wira-wiri di televisi. Yang ditonton berjuta rakyat Indonesia.  Cekiprut mamen.
Seputar Dukun dan Sejenisnya

رَوَى مُسْلِمٌ فِي صَحِيحِه، عَنْ بَعْضِ أَزْوَاجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: (مَنْ أَتَى عَرَّافًا فَسَأَلَهُ عَنْ شَيْءٍ فَصَدَّقَهُ، لَمْ تُقْبَلْ لَهُ صَلَاةٌ أَرْبَعِينَ يَوْمًا).

Muslim meriwayatkan di dalam Shahîh-nya dari salah seorang istri Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam, dari Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam, bahwa beliau bersabda,
“Barang siapa yang mendatangi tukang ramal, lalu menanyakan sesuatu kepada (tukang ramal) itu dan membenarkan (tukang ramal) itu, shalatnya tidak diterima selama empat puluh hari.” 

Kuhhân adalah bentuk jamak dari kata kâhin, yaitu orang yang mengabarkan tentang perkara ghaib dan yang akan datang dengan bersandar kepada permintaaan tolong kepada syaithan

Tatkala para dukun dan yang sejenisnya menyatakan mengetahui perkara ghaib, yang Allah Ta’âlâ telah mengkhususkan diri-Nya dengan perkara (ghaib) tersebut, dan itu merupakan pernyataan akan adanya yang berserikat dengan Allah dalam mengetahui perkara ghaib, dalam akan dijelaskan ancaman terhadap mereka dan orang-orang yang membenarkan ucapan mereka.

Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam menerangkan ancaman terhadap orang yang pergi ke dukun atau yang sejenisnya untuk bertanya tentang perkara-perkara ghaib, yang tidak ada yang mengetahui kecuali Allah, bahwasanya balasan bagi pelaku hal itu adalah tidak akan mendapat pahala shalatnya selama empat puluh hari karena ia telah menceburkan diri ke dalam kemaksiatan.

Dalam hal ini berarti ada ancaman yang keras dan larangan yang sangat kuat dari melakukan perbuatan tersebut, yang menunjukkan bahwa hal itu termasuk keharaman yang terbesar. Kalau seperti itu balasan bagi orang yang mendatangi dukun, maka bagaimana dengan balasan bagi dukun itu sendiri! Kita berlindung kepada Allah dari perbuatan tersebut dan kepada-Nya kita memohon keselamatan.

Dalam hadits tersebut terdapat larangan mendatangi dukun dan sejenisnya, dan larangan membenarkan mereka, karena hal itu menafikan (meniadakan) tauhid.

Faedah Hadits
1. Larangan untuk pergi mendatangi dukun dan bertanya kepada mereka tentang perkara-perkara ghaib serta membenarkan mereka pada perkara itu, dan bahwa hal tersebut adalah kekufuran.
2. Keharaman perdukunan, dan bahwa hal itu termasuk sebesar-besar dosa-dosa besar.
Faidah: orang yang pergi mendatangi dukun tetapi tidak membenarkan mereka maka tidak diterima shalatnya selam empat puluh hari, sebagaimana diterangkan dalam hadist yang lain. Adapun orang yang membenarkan mereka maka dia telah kafir terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad shallallâhu ‘alaihi wa sallam.

sumber : dzulqarnain.net

Perhatikan ya mamen. Mendatangi saja dihukumi tidak diterima shalatnya selama 40 hari, membenarkan berarti sudah melakukan kesyirikan, dosa terbesar. Nah, kalo masa sekarang, bukan kita yang mendatangi dukun, tukang ramal, tetapi mereka-mereka itu yang didatangkan kepada kita. Dikit-dikit televisi menayangkan tukang ramal, entah di infotainment, talk show, berita kriminal, sampai bincang-bincang diskusi masalah politik pun dukun didatangkan, kalau enggak perkataan dukun dijadikan seperti "kalimat mutiara" yang dipakai untuk diskusi, hampir semua lini acara televisi bisa dimasuki hal ini.

Jaga diri kita, keluarga kita, bangsa kita dari kesyirikan. Save the world by holding tauhid & sunnah. 

Comments