Berani Syirik Dungu!

Berani Syirik Dungu! | al-uyeah.blogspot.com
Bismillah, mamen, beberapa tahun belakangan, kita, Indonesia, berjuang keras dalam memerangi korupsi. Korupsi adalah satu kemungkaran yang mengakar di bumi Indonesia. Menimbulkan banyak kerusakan, banyak kemungkaran. Tapi tahukah ada perkara yang lebih besar yang harus diberantas dari korupsi? Cekiprut mamen.
Telah berfirman Allah 'Azza wa Jalla.
“Dan mereka berkata, “(Allah) Yang Maha Penyayang mempunyai anak.” Sesungguhnya (dengan perkataan itu) kamu telah mendatangkan suatu perkara yang sangat mungkar, hampir-hampir langit pecah karena ucapan itu, dan bumi terbelah, serta gunung-gunung runtuh, karena mereka mendakwakan Allah Yang Maha Penyayang mempunyai anak.” (QS. Maryam:88-91)

Perhatikan, kesyirikan menyebabkan kehancuran yang sangat besar. Korupsi juga menghancurkan, tapi bukankah kesyirikan itu jauuuh lebih menghancurkan. 

“Sesungguhnya barangsiapa yang menyekutukan Allah, sungguh Allah haramkan baginya surga dan tempatnya adalah neraka, dan tidaklah ada bagi orang-orang zhalim itu seorang penolong pun.” (QS. Al-Maidah:72)

Tidak hanya kehancuran di bumi, kesyirikan juga mengakibatkan kehancuran di akhirat. Bukankah kekal dineraka itu adalah seburuk-buruk keburukan. Dineraka selama-lama-lama-lama-lama-lama-lama-lama-lama-lama-lama-lama-lamanya..Tak berujung! 

Jangan merasa aman dari syirik ketika sudah dikaruniai keislaman. Jangan pernah! Jangan pernah merasa aman dari kesyirikan! Camkan itu mamen.
Sahabat Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma –yang sangat luas dan mendalam ilmunya- mengatakan, ”Yang dimaksud membuat sekutu bagi Allah adalah berbuat syirik. Syirik adalah suatu perbuatan dosa yang lebih sulit (sangat samar) untuk dikenali  daripada jejak semut yang merayap di atas batu hitam di tengah kegelapan malam.”

Kemudian Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma mencontohkan perbuatan syirik yang samar tersebut seperti, ‘Demi Allah dan demi hidupmu wahai fulan’, ‘Demi hidupku’ atau ‘Kalau bukan karena anjing kecil orang ini, tentu kita didatangi pencuri-pencuri itu’ atau ‘Kalau bukan karena angsa yang ada di rumah ini tentu datanglah pencuri-pencuri itu’, dan ucapan seseorang kepada kawannya ‘Atas kehendak Allah dan kehendakmu’, juga ucapan seseorang ‘Kalau bukan karena Allah dan karena fulan’. Akhirnya beliau radhiyallahu ‘anhuma mengatakan, ”Janganlah engkau menjadikan si fulan (sebagai sekutu bagi Allah, pen)  dalam ucapan-ucapan tersebut. Semua ucapan ini adalah perbuatan SYIRIK.” (HR. Ibnu Abi Hatim) (Lihat Kitab Tauhid, Syaikh Muhammad At Tamimi)

Perhatikan betapa samarnya kesyirikan itu. Kekejian paling keji, kedzhaliman paling dzalim. Dosa paling wahid. Dosa yang tidak diampuni jika mati dalam keadaan membawanya. Ketika memerangi koruspi, perangi juga perbuatan berdoa kepada selain Allah, kepada wali-wali, kepada nabi-nabi, kepada orang-orang shalih. Ketika memerangi koruspi, perangi juga perbuatan menyembelih untuk selain Allah, bernadzar untuk selain Allah, bersumpah atas nama selain Allah, meskipun atas nama Rosulullah. Ketika memerangi koruspi, perangi juga perbuatan berlindung kepada selain Allah, kepada rajam-rajam, jimat-jimat, ahli kubur dan sebagainya. Lebih penting memutus kebiasaan "jamasan" daripada kesuksesan mobil esemka menjadi mobil nasional.

Download wallpapernya dari Al-Uyeah (klik kanan save link as)

Comments