Artikel ini terinspirasi dari "curhat" seorang blogger pada suatu artikel di DailyBlogTips. Ceritanya, blogger ini sering sekali dikirimi email dari suatu pihak yang mengklaim dirinya sangat tertarik membeli website yang dibuat blogger ini. Awalnya, blogger ini kaget karena dia sama sekali tidak punya rencana menjual website-nya, dan tentunya ia tidak punya gambaran kasar berapa nilai uang websitenya tersebut. Uniknya, ia menerima email ini tidak sekali-dua kali, tetapi berkali-kali dan dari pihak yang berbeda-beda.
Isi email yang ia terima rata-rata mengatasnamakan suatu perusahaan yang bergerak di media sosial dan bisnis internet. Email tersebut juga kerap menanyakan berapa banyak pengunjung yang diperoleh per bulannya serta berapa penghasilan dari iklan yang diterima. Dari sana, si pengirim email akan melakukan estimasi pada harga berapa mereka berani menawar. Si blogger tidak kehilangan akal: ia me-reply email tersebut dengan menyatakan ketidaktertarikannya untuk menjual website tersebut secara halus. Alih-alih, ia balik menanyakan berapa bujet yang mereka punya untuk membeli websitenya tersebut. Ia berdalih, siapa tahu dengan mengetahui kesiapan bujet mereka, ia bisa berubah pikiran untuk menjual websitenya.
Hasilnya? Rata-rata 80% email tersebut tidak mengirimkan balasan. Dari sini sang blogger bisa menyimpulkan bahwa kebanyakan blog tersebut adalah scam (email palsu) yang dikirimkan pihak yang tidak bertanggung jawab. Lalu, 20% sisanya yang membalas justru menyatakan (dengan bahasa yang berputar-putar) bahwa mereka tidak punya kesiapan bujet yang tetap atas niatan mereka tersebut.
Jika Anda pernah mengalami hal serupa, misalnya mendapatkan tawaran menjual website yang telah Anda bangun bertahun-tahun, yang telah memperoleh PageRank tinggi di blogger, atau yang bahkan telah memiliki community building sendiri, saran sang blogger adalah tidak dengan mudah percaya dengan tawaran-tawaran tersebut. Yang lebih penting, jangan mudah tertarik dengan berapa besarnya angka dolar yang mereka tawarkan. Mengapa? Lho, Anda sendiri juga tidak tahu berapa nilai uang website Anda, bukan? Bagaimana jika mereka menawarkan harga yang ternyata jauh lebih rendah dari valuasi sebenarnya website Anda?
Kesimpulan dari kisah si blogger adalah, bersikap skeptislah atas tawaran-tawaran seperti ini (kecuali jika Anda berani berbuat sembrono dengan mengorbankan website Anda). Apalagi jika si penawar adalah orang yang benar-benar asing bagi Anda. Ada situs-situs tertentu yang menawarkan jasa jual-beli website, seperti Flippa.com. Bahkan ada juga jasa website broker yang bisa menghubungkan Anda dengan calon pembeli website Anda, jika Anda memang berniat menjual website Anda. Sama seperti menjual barang dagangan lainnya, Anda harus tahu pasti bahwa (1) si calon pembeli adalah orang yang benar-benar nyata dan bertanggung jawab, (2) tawaran si calon pembeli adalah tawaran yang masuk akal (dan dengan demikian Anda sendiri juga harus tahu berapa nilai uang website Anda).



Comments
Post a Comment