Ejaan, Media Sosial, dan Pengaruhnya terhadap Reputasi Anda


Ketika SMS dan chat begitu populer dulu, kita sering menggunakan istilah-istilah singkat seperti "lol", "asl pls", atau "brb" untuk menyampaikan pernyataan-pernyataan yang sering disampaikan. Bisa jadi, hal tersebut berkembang karena keterbatasan teknologi SMS dan chat saat itu yang membatasi karakter yang bisa dikirimkan.

Sekarang, teknologi yang mendukung itu telah berkembang. Bahkan dalam telepon genggam sudah ada spell-checker yang otomatis mengganti teks yang salah-ketik. Kemajuan media sosial saat ini membuat apa yang Anda tampilkan dalam dunia tak-nyata itu akan menjadi implementasi diri Anda sebenarnya.

Ini terjadi karena media sosial memiliki pengaruh yang begitu besar yang membuat hal-hal sederhana seperti ejaan dan tata bahasa (spelling and grammar) menjadi begitu penting. Media sosial begitu melekat sebagai perwujudan diri Anda, sehingga ketika suatu saat Anda salah-ketik atau menggunakan idiom-idiom yang tidak sesuai, orang-orang akan langsung menganggapnya sebagai kesalahan Anda secara pribadi.

Salah satu hal yang menjadi alasan adalah kebanyakan media sosial memiliki bentuk tertulis. Bentuk tertulis lebih sering digunakan daripada gambar atau video. Itu sebabnya, pesan tertulis ini sering disalahartikan hanya karena kesalahan ejaan dan tata bahasa. Atau, di lain pihak, penggunaan idiom yang benar secara tata bahasa tetapi memiliki strata konotasi juga menjadi hal yang sering bias. Misalnya, jika Anda menulis "I didn't know better" alih-alih "I didn't care". Keduanya benar secara tata bahasa tetapi punya makna konotatif yang berbeda. Idiom pertama akan mencerminkan diri Anda yang lebih sopan daripada jika Anda menggunakan idiom kedua.

Mengapa hal-hal remeh seperti ini menjadi penting? Telah saya katakan sebelumnya, media sosial Anda mencerminkan diri Anda sebenarnya. Ya, mungkin Anda akan tidak setuju dengan itu, tetapi dalam media sosial, orang-orang tidak melihat Anda, tetapi melihat apa yang Anda tulis dan unggah. Jika Anda tidak berhati-hati, bisa-bisa reputasi Anda akan rusak akibat media sosial.


Comments