Deklarasi tersebut dihadiri 271 sekolah yang diwakili masing-masing pengurus OSIS SMA dan SMK seluruh Kota Bandung. Acara berlangsung di salah satu aula SMA Santo Aloysius, Batununggal, Kota Bandung, Jumat (5/10/2012). Seruan damai dan bersepakat menjaga kondusifitas Bandung ini disaksikan para kepala sekolah tingkat SMA dan SMK.
Keempat perwakilan pelajar yang membubuhkan tinta tandatangan di kertas deklarasi itu masing-masing Dewi Puspita Sari (SMK Bina Warga), Natania (SMA Aloysius), Bagas (SMAN 18), dan Alfie Syahrie (SMKN 2 Bandung). Tiga poin dari teks deklarasi dibacakan Natania lewat pengeras suara di hadapan Sekda Kota Bandung Edi Siswadi, dan Kadisdik Kota Bandung Oji Mahroji.
Berikut isi deklarasi antitawuran Pelajar Bandung :
Kami Pelajar Kota Bandung
- Menjunjung tinggi nilai-nilai Ketuhanan Yang Maha Esa, musyawarah untuk mufakat, pluralitas persatuan dan kesatuan dalam semangat kekeluargaan dan kebersamaan yang harmonis.
- Menolak dengan keras segala bentuk kekerasan dan tawuran antar pelajar dalam bentuk dan alasan apapun juga.
- Mengajak kepada seluruh pelajar Indonesia untuk selalu berpikir, berkata, bertindak, dengan akhlak dan menurut ridho Tuhan Yang Maha Esa.
"Saya ingin pelajar-pelajar di Kota Bandung tidak terkontaminasi. Tetap sejuk, nyaman, dan aman. Orang Bandung itu kreatif, dan berpikir rasional, bukan emosional. Jadi jangan coba-coba di Bandung ada tawuran, kalau ada tentu harus ditindak tegas," kata Edi dalam sambutannya.
@detikbandung



Comments
Post a Comment