Lalu, bagaimana agar kita tidak tersesat pada tempat yang salah di jejaring sosial? Bagaimana agar kita bisa terjun ke diskusi yang tepat dan sesuai dengan kita? Bagaimana agar kita bisa menemukan orang yang seminat dengan kita? Berikut ini empat tips untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut:
1. Temukan Penulis Konten yang Ingin Anda Baca
Siapa yang artikelnya paling ingin Anda baca ketika Anda mengunjungi news feed jejaring sosial Anda? Temukan orang-orang di balik artikel-artikel tersebut. Mereka biasanya memiliki situs atau blog: kunjungi situs tersebut, lalu temukan para penulis konten yang berkontribusi menulis artikel-artikel yang Anda senangi itu. Lalu, tambahkan mereka sebagai teman di Facebook, follow Twitter mereka, atau sering-seringlah mengomentari artikel atau posting blog mereka. Jangan sungkan memberikan pujian atas ide yang mereka tuliskan itu.
2. Menulislah!
Mulailah menulis! Tulis tentang topik yang Anda minati itu: entah tentang bisnis Anda, ide, pemikiran, apapun. Mari berpikir sebaliknya: Anda lah yang mulai menulis sehingga Anda menarik dan menemukan sendiri orang-orang yang punya ide dan minat sama dengan Anda di jejaring sosial. Dari sinilah Anda mulai merintis komunitas tempat Anda berdiskusi dan berbagi.
3. Manfaatkan Filter-Searching di Twitter
Twitter adalah jejaring sosial dengan kandungan informasi terkaya yang pernah ada (dan di lain pihak bisa jadi jejaring sosial paling berisik di internet). Dari seabrek informasi yang diujarkan oleh para pengicau di Twitter, Anda bisa manfaatkan filter searching untuk menyaring keyword-keyword tertentu yang Anda minati. Misalnya, jika Anda pemerhati social media, Anda bisa mem-filter keyword "social media". Jangan bosan untuk mencoba-coba (karena seringkali hasil filter searching ini justru tweet-tweet spam yang nyampah di timeline Anda) dengan keyword-keyword lain yang lebih spesifik.
4. Bergabung dengan Grup di LinkedIn
LinkedIn adalah jejaring sosial yang tepat untuk berdiskusi secara profesional. Temukan grup yang sesuai dengan minat dan kepentingan Anda di LinkedIn, lalu mulailah bertukar artikel, bertanya, dan memulai obrolan. Lagi-lagi, selalu siap untuk trial and error ketika gabung pada satu grup karena bisa saja Anda justru bergabung pada grup yang Anda kira tepat tetapi justru tidak memuat informasi yang Anda harapkan.


Comments
Post a Comment