Dari berbagai sumber daftar pustaka yang penulis pernah dapatkan keterangannya, bahwa masyarakat "barat" mulai mengenal gamelan sebagai salah satu khasanah budaya yang menarik perhatian dunia, yang dianggap cukup penting untuk dipelajari, dan perangkat instrumennya pun dianggap cukup berarti untuk dijadikan koleksi museum-museum besar di Eropa.
Sedangkan dari perkembangan studi ilmu Etnomusikologi yang penulis dapatkan informasinya dari beberpa rekan yang berada di Amerika Serikat, dimana disana gamelan telah menarik pusat perhatian ilmu yang relatif baru, sehingga perguruan-perguruan tinggi tertentu dalam rangka pengembangana studi etnomusikologi mencantumkan studi teori dan praktek gamelan di dalam kurikulum mereka.
Sudah barang tentu hal ini mengharuskan pula mereka untuk memiliki perangkat-perangkat instrument gamelan. Yang pada gilirannya, pemanfaatan alat gamelan tersebut untuk kalangan yang lebih luas telah mendorong lebih banyak lagi pihak yang tertarik dan merasa perlu memiliki sendiri kelompok-kelompok gamelan di luar kampus-kampus dimana tempat mereka menganyom pendidikan.
Sedangkan untuk sekolah-sekolah di Inonesia yang memiliki perangkat gamelan untuk kegiatan ekstrakurikuler bagi murid-muridnya, hanya baru dapat dimiliki oleh beberapa sekolah swasta. Sangat disayangkan sekolah yang mampu menyediakan fasilitas gamelan baru sedikit. Hal in berkenaan dengan penyebaran penanaman minat atau pun penyiaran acara gamelan di jalur pendidikan yang bertujuan sebagai penanaman minat untuk peserta didik kepada kesenian tradisional gamelan.
Salam,
SPONSOR :




Comments
Post a Comment