SITUS BATU KALDE SEBUAH PRASASTI BATU NISAN MENTERI PERTANIAN KERAJAAN PENANJUNG

Belum lengkap rasanya bila kita mengunjungi pantai Pangandaran tanpa mengunjungi Taman Cagar Alam Pananjung. Taman Cagar Alam Pananjung yang merupakan pegalaman petualangan yang paling mengasyikkan dan sesungguhnya. Di dalam area Taman Cagar Alam Penanjung kita akan menjumpai salah satu situs Hindu Kuno yang bersejarah dan memiliki daya tarik tersendiri untuk di pelajari oleh kita semua.



Pada saat penulis menelusuri Taman Cagar Alam Pananjung. Penulis banyak menemukan bebatuan yang ada di kawasan Taman Cagar Alam Penanjung. Menurut informasi salah seorang pemandu lokal Taman Cagar Alam Penanjung, bebatuan tersebut merupakan reruntuhan candi Hindu Kuno. Yang mana candi tersebut sebagai tempat pemujaan kepada arca yang bentuknya mirip anak sapi yang terdapat di lokasi tersebut.

Menurut cerita legenda masyarakat setempat. Konon arca sapi itu merupakan penjelmaan Raden Arya Sapi Gumarang, salah seorang menteri pertanian Kerajaan Pananjung. Yang mana semasa menjabat  Raden Arya Sapi Gumarang memiliki reputasi yang baik dan berhasil memenuhi seluruh kebutuhan rakyat Penanjung melalui sistem logistik yang ia jalankan dengan maksimal. Berkat jasa-jasanya Raden Arya Sapi Gumarang mendapat penghargaan dari raja.

Setelah Raden Arya Sapi Gumarang meninggal penduduk setempat mengenang beliau dengan memahat batu kuburnya yang menyerupai sapi jantan. Di kalangan penduduk setempat, arca sapi itu dikenal dengan nama Kalde (bahasa Sunda) dan dalam bahasa Indonesia yang berarti keledai. Sampai saat ini oleh masyarakat setempat, situs Batu Kalde dianggap sebagai tempat yang sakral dan memiliki nilai histori sejarah cerita mengenai Kerajaan Pananjung.

Pada saat penulis mengunjungi situs Batu Kalde, suasana di sana terasa sangat tenang dan khimat. Penulis bisa merasakan aura magis yang terpancar dari bebatuan yang ada di lokasi tersebut, yang dapat menghantarkan kita merasakan suasana pada masa lalu, seperti apa yang penulis dapatkan informasi dari sebuah keterangan dari salah seorang pemandu lokasi Taman Cagar Alam Pananjung Pangandaran.

Dekat lokasi situs Batu Kalde penulis  menemukan 5 buah makam kuno yang berada di sekitar area yang memilki luas 75 x 15 meter tersebut. Makam-makam tersebut diperkirakan makam para pembesar Kerajaan Pananjung.

Menyelusuri Taman Cagar Alam Pananjung penulis tidak hanya menyajikan keindahan alam disekitarnya, namun penulis juga dapat pembelajaran dari banyak cerita sejarah yang menarik di lokasi ini. Yang penulis rasakan, kita dapat bersama-sama menyusun sebuah puzzle masa lalu di tempat ini dengan mempelajari simbolis arca-arca Hindu serta mencari tahu kegigihan sang menteri Kerajaan Pananjung dari bentuk keunikkan nisannya.

Perjalanan penulis kali ini memberi pesan kepada kita semua, bahwa sejarah dapat mengantarkan kita pada suatu masa kejayaan seseorang yang dapat diambil dari sebuah cerita suri tauladan dari tokoh tersebut. Dan bukan sejarah yang memerlukan manusia, namun manusialah yang memerlukan sejarah sebagai bahan pembelajaran dalam menggali potensi yang terdapat di dalamnya untuk selalu dilestarikan dan di jaga demi sebuah pembelajaran ilmu pengetahuan.


Semoga perjalanan penulis kali ini sangat bermanfaat untuk kita semua, serta dapat menambah pengetahuan kita tentang sejarah dari sebuah situs batu kalde yang berada di daerah Taman Cagar Alam Pananjung Pangandaran..




Salam Wisata,
                                                                             SPONSOR :




Comments