Jumlah Kerusakan Gempa Sukabumi | Gempa Sukabumi yang berkekuatan 6,1 skala SR yang terjadi pada Senin (4/6/2012) pukul 18:18 WIB telah mengakibatkan kerusakan sebanyak 13 dari 47 kecamatan di Kabupaten Sukabumi hingga Rabu (6/6/2012). Jumlahnya, mencapai 452 unit rumah rusak dan 4 unit bangunan keagamaan rusak.

Data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi pada Rabu (6/6/2012) hingga pukul 16:00 tercatat sebanyak 456 rusak dengan kategori rusak berat (RB) sebanyak 19 unit rumah, rusak sedang (RS) sebanyak 158 unit rumah dan sejumlah 275 rusak ringan. Serta 4 unit bangunan Masjid dan pondok pesantren (pontren) rusak ringan.
Pada hari Rabu kemarin, BPBD Kabupaten Sukabumi menerima tambahan laporan kerusakan dari dua kecamatan yakni Nyalindung dan Bantargadung. Sebelumnya tercatat yang telah melaporkan kerusakan di sebanyak 11 kecamatan, yakni Cidolog, Tegalbuleud, Pabuaran, Sagaranten, Simpenan, Ciemas, Palabuhanratu, Parungkuda, Cidadap, Warungkiara, dan Surade.
''Hari ini ada dua kecamatan yang melaporkan adanya kerusakan, masing-masing dari Nyalindung dan Bantargadung. Juga masih ada tambahan laporan kerusakan dari beberapa desa di wilayah Kecamatan Cidolog,'' kata Tatang yang merupakan Sekretaris BPBD Kabupaten Sukabumi, Rabu (6/6/2012).
Menurut Tatang, mengenai laporan kerusakan ini nampaknya akan terus bertambah dan berubah setiap saat. Karena belum semua kecamatan yang melaporkan adanya kerusakan. Namun, tidak menutup kemungkinan masih ada kecamatan yang wilayahnya tidak mengalami kerusakan belum melaporkan ke pihak BPBD.
''Selain menerima laporan adanya kerusakan bangunan dari setiap kecamatan, kami juga telah menerima laporan tidak ada kerusakan bangunan seperti dari Kecamatan Cicurug, Cibadak, Cisolok dan Gegerbitung,'' ujarnya.
Tatang menuturkan hingga saat ini pihaknya belum dapat menyebutkan nilai kerugian yang diakibatkan gempa bumi tersebut. Karena untuk memastikan nilai kerugian pihaknya akan melakukan validasi data kerusakan secara menyeluruh.
''Sesuai prosedur tanggap bencana ini sampai tanggal 10 Juni mend`tang. Nanti baru akan dihitung secara menyeluruh kalau datanya sudah pasti,'' tutur Tatang.
sumber : inilah.com


Comments
Post a Comment