Ahad pagi ceria. Dari sound masjid terdengar suara akh Maher Zain merdu menyapa telinga. Wajah-wajah teduh aktifis dakwah Piyungan saling melempar senyum sambil bertegur sapa dengan ramah (antar komunitas tentunya :)) Membuat suasana semakin insah dalam bingkai ukhuwah islamiyah. Memang tidak biasa, ada lantunan nasyid sebelum mulai acara tatsqif rutin Ahad pagi.
Ahad ini, 12 Februari 2012 sebagaimana rutinitas ahad pagi kemarin-kemarin kader DPC PKS Piyungan mengikuti tatsqif yang diselenggarakan oleh bidang kaderisasi. Selain kehadiran "suara" akh Maher Zain, pagi ini juga dihadiri Aleg DPRD Kab. Bantul dari daerah pemilihan 4 yaitu bapak Amir Syarifudin.
Kali ini beliau bercerita kejadian-kejadian yang beliau dan anggota dewan yang lain dalam menghadapi berbagai godaan harta, tahta dan wanita.
Bapak yang sudah dua kali menjadi wakil rakyat ini merasa "kehilangan" perhatian dari kader. Hal dapat jadi sumber bencana bagi anggota dewan. Perhatian yang dimaksud adalah diingatkan ini - itu, termasuk masalah makanan ruhany.
"Saya rindu ada kader yang sms menanyakan sudah sholat tepat waktu belum, ibadah-ibadah sunnah belum ... Godaan menjadi pejabat publik itu sangat besar, tiap menit kita dihadapkan pada ujian-ujian tersebut. Kalau iman lemah, bablas ...makanya saya rindu jika ada kader-kader yang menyampaikan supportnya, dukungannya...alhamdulillah dari kaderisasi sudah ada tiap hari nasehat lewat sms. Tapi saya akan senang jika itu datang dari kader yang memilih saya ...."
Selama satu jam, beliau banyak berbagi kisah godaan-godaan yang menggetarkan iman, baik dari sudut harta, jabatan maupun wanita. Hal ini disampaikan dalam majelis tatsqif agar semua kader mengerti, bahwa menjadi anggota dewan itu tidak ringan. Tugasnya berat, godaannya dahsyat. Tidak seperti dalam berita-berita koran, anggota dewan gajinya sekian, fasilitas ini itu, amplop setiap kunjungan dan sebagainya. Banyaknya kebobrokan berita tentang anggota dewan, menenggelamkan kiprah-kiprah aleg PKS yang luar biasa.
"Karenanya, tolong ingatkan dan do'akan kami ..."
Mentari masih-masih malu menampakkan diri, jarum jam sudah menunjukkan angka tujuh lewat beberapa menit. Beliau mengakhiri taujihnya dan tatsqif hari ini pun selesai.
"Mengerikan yo, tak kiro gor nang film-film utowo negoro barat. Iki Indonesia ..." Kata seorang ummahat saat berjabattangan denganku.
"Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai ujian (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan" (QS 21:35)
By : Hida
*posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Kejayaan Indonesia
Ahad ini, 12 Februari 2012 sebagaimana rutinitas ahad pagi kemarin-kemarin kader DPC PKS Piyungan mengikuti tatsqif yang diselenggarakan oleh bidang kaderisasi. Selain kehadiran "suara" akh Maher Zain, pagi ini juga dihadiri Aleg DPRD Kab. Bantul dari daerah pemilihan 4 yaitu bapak Amir Syarifudin.
Kali ini beliau bercerita kejadian-kejadian yang beliau dan anggota dewan yang lain dalam menghadapi berbagai godaan harta, tahta dan wanita.
Bapak yang sudah dua kali menjadi wakil rakyat ini merasa "kehilangan" perhatian dari kader. Hal dapat jadi sumber bencana bagi anggota dewan. Perhatian yang dimaksud adalah diingatkan ini - itu, termasuk masalah makanan ruhany.
"Saya rindu ada kader yang sms menanyakan sudah sholat tepat waktu belum, ibadah-ibadah sunnah belum ... Godaan menjadi pejabat publik itu sangat besar, tiap menit kita dihadapkan pada ujian-ujian tersebut. Kalau iman lemah, bablas ...makanya saya rindu jika ada kader-kader yang menyampaikan supportnya, dukungannya...alhamdulillah dari kaderisasi sudah ada tiap hari nasehat lewat sms. Tapi saya akan senang jika itu datang dari kader yang memilih saya ...."
Selama satu jam, beliau banyak berbagi kisah godaan-godaan yang menggetarkan iman, baik dari sudut harta, jabatan maupun wanita. Hal ini disampaikan dalam majelis tatsqif agar semua kader mengerti, bahwa menjadi anggota dewan itu tidak ringan. Tugasnya berat, godaannya dahsyat. Tidak seperti dalam berita-berita koran, anggota dewan gajinya sekian, fasilitas ini itu, amplop setiap kunjungan dan sebagainya. Banyaknya kebobrokan berita tentang anggota dewan, menenggelamkan kiprah-kiprah aleg PKS yang luar biasa.
"Karenanya, tolong ingatkan dan do'akan kami ..."
Mentari masih-masih malu menampakkan diri, jarum jam sudah menunjukkan angka tujuh lewat beberapa menit. Beliau mengakhiri taujihnya dan tatsqif hari ini pun selesai.
"Mengerikan yo, tak kiro gor nang film-film utowo negoro barat. Iki Indonesia ..." Kata seorang ummahat saat berjabattangan denganku.
"Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai ujian (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan" (QS 21:35)
By : Hida
*posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Kejayaan Indonesia



Comments
Post a Comment