Sabtu 7 Januari 2012 kepala komisi pemilihan Mesir Abdel Moez Ibrahim mengumumkan hasil akhir tahap ketiga (tahap terakhir) pemilihan parlemen di Mesir yang telah berlangsung hari Selasa-Rabu (3-4 Januari 2012).
Hasilnya, lebih dari sepertiga suara (37,5 %) dalam tahapan terakhir pemilihan parlemen DPR Mesir didominasi Partai Kebebasan dan Keadilan (FJP-Freedom and Justice Party) bentukan Ikhwanul Muslimin. Dengan demikian, partai itu hampir dipastikan bakal mendominasi badan legislatif tersebut setelah sebelumnya juga unggul pada pemilu putaran pertama dan kedua.
Padahal, pada masa Presiden Hosni Mubarak, Ikhwanul Muslimin dilarang berdiri di Mesir. Namun akhirnya Ikhwanul Muslimin muncul sebagai pemenang utama dari pemberontakan yang menggulingkan Mubarak.
Partai itu memiliki basis masa yang terorganisasi dengan baik sehingga meraih banyak suara dalam pemilu bebas pertama sejak Negeri Firaun itu lepas dari sistem monarki pada 1952.
Menurut laporan wartawan Al Jazeera, Mike Hanna, dari bilik suara di Shubra el-Khaima, Kairo Utara, hampir seluruh pemilih di sini akan mencoblos calon-calon dari FJP. "Kawasan ini memang mayoritas pendukung Ikhwanul Muslimin."
“Kami puas dengan hasil ini dan merasa sangat senang karena terdapat 15 atau 16 partai dalam parlemen. Ini artinya, seluruh suara akan didengar dalam parlemen,” ungkap Essam al-Erian, Wakil Ketua Partai Kebebasan dan Keadilan.
Dia berbicara dalam sebuah rapat umum di Kairo yang dihadiri ratusan pendukung. Sebuah spanduk bertuliskan “Bersama kita membangun masa depan Mesir” terpasang di antara deretan bendera nasional Mesir dan bendera partai.
Organisasi yang didirkan oleh Hasan al-Banna ini menyambut kemenangan dengan senang hati seraya menyatakan bahwa FJP tidak akan memanfaatkan kemenangan dalam pemilu parlemen Mesir kali ini untuk memaksakan adanya konstitusi baru. "Kami akan bekerja sama dengan seluruh kelompok politik yang ada sesuai dengan cetak biru."
Ikhwanul Muslimin didirikan pada 1928 oleh Hasan al-Banna sebagai suatu harokah Islam yang bersifat menyeluruh. Namun kekuatan Ikhwan diberangus oleh Presiden Anwar Sadat, selanjutnya pemberangusan itu diteruskan oleh Presiden Husni Mubarak hingga orang superkuat di Mesir itu tumbang di tangan rakyatnya, Februari 2011. Parlemen Mesir hasil pemilu akan diisi oleh 100 anggota Dewan yang bertugas menyiapkan konstitusi baru negara.
"Partai pemenang pemilu tidak otomatis menyusun konstitusi baru sendirian tanpa memperhatikan kepentingan kelompok lainnya di Mesir. Atau mengacuhkan kekuatan politik minoritas," ujar pimpinan FJP, Mohamed Mursi.
"Seluruh kekuatan politik dan intelektual di Mesir, terlepas dari aliran politik dan agamanya, akan turut ambil bagian dalam menyiapkan konstitusi negara," ucap Mursi melalui situs yang diunggah Ikhwanul Muslimin, Selasa, 3 Januari 2012.
Sejumlah pengamat yakin, kendati digolongkan dari kelompok Islam garis keras oleh Barat, Ikhwanul Muslimin akan membangun sebuah kerja sama dengan kelompok-kelompok sekuler di Mesir. Hal itu untuk meredakan kekhawatiran di dalam negeri dan negara-negara Barat tentang bangkitnya Islam di negara yang ekonominya disanggah oleh dunia pariwisata.
*)dari berbagai sumber
---
*posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Kejayaan Indonesia
Hasilnya, lebih dari sepertiga suara (37,5 %) dalam tahapan terakhir pemilihan parlemen DPR Mesir didominasi Partai Kebebasan dan Keadilan (FJP-Freedom and Justice Party) bentukan Ikhwanul Muslimin. Dengan demikian, partai itu hampir dipastikan bakal mendominasi badan legislatif tersebut setelah sebelumnya juga unggul pada pemilu putaran pertama dan kedua.
Padahal, pada masa Presiden Hosni Mubarak, Ikhwanul Muslimin dilarang berdiri di Mesir. Namun akhirnya Ikhwanul Muslimin muncul sebagai pemenang utama dari pemberontakan yang menggulingkan Mubarak.
Partai itu memiliki basis masa yang terorganisasi dengan baik sehingga meraih banyak suara dalam pemilu bebas pertama sejak Negeri Firaun itu lepas dari sistem monarki pada 1952.
Menurut laporan wartawan Al Jazeera, Mike Hanna, dari bilik suara di Shubra el-Khaima, Kairo Utara, hampir seluruh pemilih di sini akan mencoblos calon-calon dari FJP. "Kawasan ini memang mayoritas pendukung Ikhwanul Muslimin."
“Kami puas dengan hasil ini dan merasa sangat senang karena terdapat 15 atau 16 partai dalam parlemen. Ini artinya, seluruh suara akan didengar dalam parlemen,” ungkap Essam al-Erian, Wakil Ketua Partai Kebebasan dan Keadilan.
Dia berbicara dalam sebuah rapat umum di Kairo yang dihadiri ratusan pendukung. Sebuah spanduk bertuliskan “Bersama kita membangun masa depan Mesir” terpasang di antara deretan bendera nasional Mesir dan bendera partai.
Organisasi yang didirkan oleh Hasan al-Banna ini menyambut kemenangan dengan senang hati seraya menyatakan bahwa FJP tidak akan memanfaatkan kemenangan dalam pemilu parlemen Mesir kali ini untuk memaksakan adanya konstitusi baru. "Kami akan bekerja sama dengan seluruh kelompok politik yang ada sesuai dengan cetak biru."
Ikhwanul Muslimin didirikan pada 1928 oleh Hasan al-Banna sebagai suatu harokah Islam yang bersifat menyeluruh. Namun kekuatan Ikhwan diberangus oleh Presiden Anwar Sadat, selanjutnya pemberangusan itu diteruskan oleh Presiden Husni Mubarak hingga orang superkuat di Mesir itu tumbang di tangan rakyatnya, Februari 2011. Parlemen Mesir hasil pemilu akan diisi oleh 100 anggota Dewan yang bertugas menyiapkan konstitusi baru negara.
"Partai pemenang pemilu tidak otomatis menyusun konstitusi baru sendirian tanpa memperhatikan kepentingan kelompok lainnya di Mesir. Atau mengacuhkan kekuatan politik minoritas," ujar pimpinan FJP, Mohamed Mursi.
"Seluruh kekuatan politik dan intelektual di Mesir, terlepas dari aliran politik dan agamanya, akan turut ambil bagian dalam menyiapkan konstitusi negara," ucap Mursi melalui situs yang diunggah Ikhwanul Muslimin, Selasa, 3 Januari 2012.
Sejumlah pengamat yakin, kendati digolongkan dari kelompok Islam garis keras oleh Barat, Ikhwanul Muslimin akan membangun sebuah kerja sama dengan kelompok-kelompok sekuler di Mesir. Hal itu untuk meredakan kekhawatiran di dalam negeri dan negara-negara Barat tentang bangkitnya Islam di negara yang ekonominya disanggah oleh dunia pariwisata.
*)dari berbagai sumber
---
*posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Kejayaan Indonesia




Comments
Post a Comment