Senin malam, 3 Muharram 1433 (29/11/2011), ba'da Sholat Maghrib dan dzikir, saya bergegas keluar Masjid Al-Ikhlash Kuden Sitimulyo Piyungan dan meluncur ditengah-tengah guyuran hujan yang sejak sore menyirami bumi. Mengenakan jas hujan saya menerobos diantara rintik hujan, karena Ketua dan Sekjen DPC PKS Piyungan sudah menunggu di depan kantor Polsek Piyungan.
Agenda kami petang ini adalah silaturahmi ke tokoh ormas di kecamatan Piyungan, yakni Ketua PCNU Piyungan, H Anwar Zuhdi, S.Ag. Meski kondisi hujan, dingin dan tubuh terasa lelah setelah seharian beraktifitas, namun semua itu serasa hilang dengan agenda mulia itu, silaturahim.
"Berangkatlah kamu baik dalam keadaan merasa ringan maupun berat, dan berjihadlah kamu dengan harta dan dirimu di jalan Allah. yang demikian itu adalah lebih baik bagimu, jika kamu Mengetahui.” (Q.s. at-Taubah [09]: 41)
Terlebih silaturahim juga merupakan perintah (arahan) awal Rasulullah SAW saat beliau baru tiba di kota Madinah dalam peristiwa hijrah dari Mekah.
“Wahai sekalian manusia, sebarkan salam, berilah makan, sambunglah kekerabatan, dan shalatlah di saat manusia terlelap tidur pada saat malam. Niscaya kau masuk surga, kampung keselamatan.”
Maka, momentum bulan Muharram sebagai bulan hijrah menjadikan kami jajaran pengurus PKS Piyungan berupaya meningkatkan dan memperbanyak silaturohim.
Memang tidak dapat dipungkiri kalau tubuh lelah, dingin dll, namun hal itu harus dicoba untuk diberantas. Dan ternyata selama sampai usai silaturahim, yang kami rasakan bukan lagi lelah, tapi bahagia dan menambah gairah dakwah.
Kami bertiga tiba di rumah Kyai NU, H Anwar Zuhdi, S.Ag., yang terletak di dusun Kembangsari, desa Srimartani, sekitar pukul 18.30’ WIB. Diantara kami saling bertanya, karena melihat pemandangan di dalam rumah beliau nampak seperti hari hari ketika lebaran saja. Kamipun serempak berpendapat, beliau baru dating dari menunaikan ibadah Haji (karena banyak menu kurma dan paket air zam-zam yang dibungkus plastik kecil-kecil).
Subhanallah, bukan hanya sebatas silaturahmi berbicara tentang PKS-NU, tapi justru kami lebih banyak ngudi kawruh (belajar) kepada Kyai NU ini tetang seputar HAJI. Kyai Haji Anwar ini masuk dalam rombongan Haji HDWR NU, dan dalam regu beliau, terdiri dari jamaah haji yang berasal dari lingkungan Srimartani. Sebagian besar adalah orang yang lanjut usia. Sehingga beliau dan istri memang dipercaya untuk menjadi tulang punggung dan ketua regu.
Kyai ini selain masih berusia muda, beliau juga seorang da’i yang sangat dikenal oleh masyarakat di Piyungan dan sekitarnya. Satu hal yang sangat membuat kami termotivasi adalah dengan doa dan dorongan beliau agar kami, yang masih berusia muda, agar segera berniat, mendaftar dan mempersiapkan diri untuk menunaikan ibadah haji ke BAITULLAH, amiiin.
Selama silaturahim itu, kami selalu diajak untuk menikmati hidangan yang sangat beragam yang tersaji dihadapan kami, bahkan ketika kami pamitan, beliau dan istri belum memperkenankan kami undur diri sebelum menikmati hidangan makan malam yang memang sudah dipersiapkan bagi para tamu.
Subhanalloh, hati senang, fikiran tenang, perut kenyang, semoga menjadi barokah ; silaturahmi terjaga, ukhuwah kuat, dan ilmupun juga bertambah. Setelah makan malam kami undur diri dan segera menuju masjid disamping rumah Kyai H Anwar Zuhdi.
Subhanalloh, ketika kami sholat jamaah isya’, yang menjadi imam kami adalah bapak Muhammad Damanhuri, beliau adalah ketua PC Muhammadiyah Piyungan yang tinggal di dusun kembangsari, Srimartani juga. Memang di kampong yang Islami itu banyak para tokoh masyarakat. Setelah solat ba’diyah Isya, ust Andi TW dan Ust Sulistyo menyapa, berjabat tangan dan bersilaturahmi dengan Tokoh Besar Muhammadiyah Piyungan itu.
Tentu semua yang kami alami petang sampai malam itu memang kehendak ALLOH agar kami senantiasa bersyukur, menjadi semakin memahami makna sejati dari silaturahim. Semoga yang sedikit dan sebentar, silaturahim kami itu bias menjadi washilah kami untuk menata masyarakat ini ke arah yang lebih baik. Wallahu a’lam bishawab.
*)Reporter: Dhanie Asy-Syakib (Kabid Kaderisasi DPC PKS Piyungan)
*posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Indonesia
Agenda kami petang ini adalah silaturahmi ke tokoh ormas di kecamatan Piyungan, yakni Ketua PCNU Piyungan, H Anwar Zuhdi, S.Ag. Meski kondisi hujan, dingin dan tubuh terasa lelah setelah seharian beraktifitas, namun semua itu serasa hilang dengan agenda mulia itu, silaturahim.
"Berangkatlah kamu baik dalam keadaan merasa ringan maupun berat, dan berjihadlah kamu dengan harta dan dirimu di jalan Allah. yang demikian itu adalah lebih baik bagimu, jika kamu Mengetahui.” (Q.s. at-Taubah [09]: 41)
Terlebih silaturahim juga merupakan perintah (arahan) awal Rasulullah SAW saat beliau baru tiba di kota Madinah dalam peristiwa hijrah dari Mekah.
“Wahai sekalian manusia, sebarkan salam, berilah makan, sambunglah kekerabatan, dan shalatlah di saat manusia terlelap tidur pada saat malam. Niscaya kau masuk surga, kampung keselamatan.”
Maka, momentum bulan Muharram sebagai bulan hijrah menjadikan kami jajaran pengurus PKS Piyungan berupaya meningkatkan dan memperbanyak silaturohim.
Memang tidak dapat dipungkiri kalau tubuh lelah, dingin dll, namun hal itu harus dicoba untuk diberantas. Dan ternyata selama sampai usai silaturahim, yang kami rasakan bukan lagi lelah, tapi bahagia dan menambah gairah dakwah.
Kami bertiga tiba di rumah Kyai NU, H Anwar Zuhdi, S.Ag., yang terletak di dusun Kembangsari, desa Srimartani, sekitar pukul 18.30’ WIB. Diantara kami saling bertanya, karena melihat pemandangan di dalam rumah beliau nampak seperti hari hari ketika lebaran saja. Kamipun serempak berpendapat, beliau baru dating dari menunaikan ibadah Haji (karena banyak menu kurma dan paket air zam-zam yang dibungkus plastik kecil-kecil).
Subhanallah, bukan hanya sebatas silaturahmi berbicara tentang PKS-NU, tapi justru kami lebih banyak ngudi kawruh (belajar) kepada Kyai NU ini tetang seputar HAJI. Kyai Haji Anwar ini masuk dalam rombongan Haji HDWR NU, dan dalam regu beliau, terdiri dari jamaah haji yang berasal dari lingkungan Srimartani. Sebagian besar adalah orang yang lanjut usia. Sehingga beliau dan istri memang dipercaya untuk menjadi tulang punggung dan ketua regu.
Kyai ini selain masih berusia muda, beliau juga seorang da’i yang sangat dikenal oleh masyarakat di Piyungan dan sekitarnya. Satu hal yang sangat membuat kami termotivasi adalah dengan doa dan dorongan beliau agar kami, yang masih berusia muda, agar segera berniat, mendaftar dan mempersiapkan diri untuk menunaikan ibadah haji ke BAITULLAH, amiiin.
Selama silaturahim itu, kami selalu diajak untuk menikmati hidangan yang sangat beragam yang tersaji dihadapan kami, bahkan ketika kami pamitan, beliau dan istri belum memperkenankan kami undur diri sebelum menikmati hidangan makan malam yang memang sudah dipersiapkan bagi para tamu.
Subhanalloh, hati senang, fikiran tenang, perut kenyang, semoga menjadi barokah ; silaturahmi terjaga, ukhuwah kuat, dan ilmupun juga bertambah. Setelah makan malam kami undur diri dan segera menuju masjid disamping rumah Kyai H Anwar Zuhdi.
Subhanalloh, ketika kami sholat jamaah isya’, yang menjadi imam kami adalah bapak Muhammad Damanhuri, beliau adalah ketua PC Muhammadiyah Piyungan yang tinggal di dusun kembangsari, Srimartani juga. Memang di kampong yang Islami itu banyak para tokoh masyarakat. Setelah solat ba’diyah Isya, ust Andi TW dan Ust Sulistyo menyapa, berjabat tangan dan bersilaturahmi dengan Tokoh Besar Muhammadiyah Piyungan itu.
Tentu semua yang kami alami petang sampai malam itu memang kehendak ALLOH agar kami senantiasa bersyukur, menjadi semakin memahami makna sejati dari silaturahim. Semoga yang sedikit dan sebentar, silaturahim kami itu bias menjadi washilah kami untuk menata masyarakat ini ke arah yang lebih baik. Wallahu a’lam bishawab.
*)Reporter: Dhanie Asy-Syakib (Kabid Kaderisasi DPC PKS Piyungan)
*posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Indonesia



Comments
Post a Comment