Kebudayaan secara harfiah memiliki makna hasil kegiatan dan penciptaan akal dan budi (batin). Dalam garis besarnya, ada beberapa pembagian dalam kebudayaan, diantaranya adalah keseluruhan kecakapan-kecakapan berupa akhlak, ilmu dan lain-lain yang dimilki manusia sebagai subjek masyarakat (bila ditinjau dari ilmu sosiologi); dan kaidah kebudayaan yang ditinjau dari segi aspek normatif terutama pembinaan nilai dan realisasi cita-cita (ditinjau dari segi ilmu filsafat)
Sedangkan teori kebudayaan tidak melupakan ranah mikrososial. Perpektif mikrososial mengamati secara penuh efek tindakan sosial pelaku meskipun dalam bentuk makro.
Contohnya : konflik politik, pilihan-pilahan kebijakan publik, pertumbuhan gerakan sosial, dinamika organisasi, dan tren dalam dunia seni. Semua ini tidak dapat dijelaskan secara penuh tanpa mengamati proses dalam individu, apa yang mereka pilih dan simbolkan.
Berpegang dari beberapa sumber pendapat, penulis berpendapat bahwa hidup dan kehidupan yang terjadi sekarang ini terjadi pendangkalan makna hidup, hilangnya kohesivitas sosial, dan hilangnya standar normatif. Suasana pun menjadi ingar karena satu sama lain saling menyalahkan, tidak ada cara lain, upaya yang layak dilakukan adalah menciptakan suasana rukun atau kondusif.
Bagi masyarakat Jawa, rukun adalah suatu upaya untuk menghindari berbagai konflik yang bakal terjadi, karena hanya dengan upaya inilah kita akan dapat mengurangi hidup dan kehidupan dengan tenang dan damai. Dan dalam hal ini selaras dengan apa yang tersurat dalam butir-butir Budaya Jawa, yakni ; bangsa ini sebagai sarana untuk kuatnya suatu negara, oleh karena itu jangan mengabaikan rasa kebangsaan kita sendiri, agar memiliki bangsa yang berjiwa ksatria.
- Home
- Berbagi Solusi
- indonesia
- Kebudayaan
- Masyarakat
- SEA Games
- KEBUDAYAAN MASYARAKAT INDONESIA MENJELANG PENUTUPAN SEA GAMES 2011
Related Posts
Subscribe to:
Post Comments
(
Atom
)



Comments
Post a Comment