| Penulis |
Di Timur Tengah kita kenal bahwa diam itu bertanda “setuju”. Tetapi di Jawa Indonesia, diam bukan berarti setuju. Di Jawa diam sering kali sebagai tanda tidak setuju, tetapi tidak berani menyatakan kata "tidak". Kebalikan diam merupakan tanda bahwa ia berontak yang tidak diungkapkan di depan yang lebih berkuasa.
Di zaman sekarang diam berarti tidak bertanggung jawab terhadap apa yang dilakukannya. Diam berarti tidak berani menyampaikan alasan dasar dari apa yang telah dikerjakannya. Karena takut akan dilahkan atau dikritik orang maka ia memilih diam. Hal ini menjurus pada sikap menutup diri.
Sikap yang tidak transparan adalah sikap yang amat berbahaya ditengah-tengah komunikasi modern. Karena dengan diam, bahaya besar yang akan menimpa suatu masyarakat atau bangsa tidak segera bisa diketahui. Tiba-tiba badai dan bencana datang, maka semuanya akan runtuh.
Diam berarti tidak ada arus informasi selalu menimbulkan konflik. Semua individu memperjuangkan keuntungan mereka sendiri. Timbullah suatu sikap saling membohongi. Kebohongan yang dilakukan dalam jangka panjang membuat suatu hubungan akan terpuruk bagi setiap pihak.
Di alam kehidupan modern menutup diri merupakan bagian dari sikap bohong. Sikap ini akan menimbulkan banyak kecurigaan. Akibatnya muncullah konflik. Niscaya akan muncul konflik dari berbagai macam kepentingan. Pihak yang satu mencurigai pihak-pihak lainnya merongrong kewibawaan dan kekuasaan.
Masing-masing pihak harus menerima informasi. Saling menerima penjelasan dan kejelasan. Yang memerintah menyampaikan rencana tujuannya, sedangkan yang diperintah menyampaikan aspirasinya untuk menyampaikan apa yang menjadi kehendaknya sehingga akan ada titik temu.
Setiap kelompok harus menyadari bahwa mereka semua hidup dalam suatu keluarga kecil dan ataupun besar. Karena itu harus selalu ada transparasi, keterbukaan dan kejujuran dalam suatu keluarga. Tidak perlu ada yang merasa berbohong dan dibohongi, karena hidup adalah realita tindakan yang bukan hanya bermain dengan kata-kata dalam mengambil keputusan.
Masalah dapat mengubah manusai, namun
Manusia tidak dapat mengubah masalah.


Comments
Post a Comment