Ukhuwah adalah rahasia kekuatan dakwah kita
Sesungguhnya ukhuwah itu wahai Ikhwan, adalah sebuah batu yang mampu menghancurkan gelombang konspirasi dan usaha menguasai dakwah kita yang penuh berkah ini, dan ia merupakan titik awal sebuah kemenangan.
Umat Islam di masa awal memahami dari Islam akan makna ukhuwah ini, merasuk dalam aqidah dan agama Allah secara kekal akan perasaan cinta dan bersatu serta berkasih sayang, dan fenomena yang paling mulia adalah ukhuwah dan ta’aruf, sehingga seakan mereka menjadi sosok yang satu, satu hati, satu tangan, maka Allah pun mewujudkan pada mereka kemenangan, kemuliaan dan kejayaan.
Hal inilah yang menggerakkan puluhan kader DPRa Sitimulyo Piyungan untuk datang ke pertigaan Karanggayam Sitimulyo sebagai titik pertemuan.
Selasa, 5 Juli 2011 di waktu tak biasa yaitu jam 18.00 alias habis maghrib. Bapak, ibu, anak, mas, mbak, pak dhe, budhe semuanya sudah tumplek blek di rumah iwan setiawan di dusun Karangploso Sitimulyo. Kemarin Jum'at, 1 Juli 2011 Fia Sari Wati istri dari iwan setiawan melahirkan seorang putri di RSUD Panembahan Senopati Bantul. Pasangan kader pks yang tengah berbahagia ini tidak menyangka bakal kedatangan kami. Karena biasanya dilakukan sebelum maghrib.
Semula, dengan menggunakan kartu Jampersal mereka mendaftarkan proses persalinannya di Puskesmas Piyungan. Kamis malam sekitar jam 22.00 beliau diantar suaminya berangkat ke Puskesmas. Berhubung karena suatu hal, Mbak Fia- demikian sapaan akrabnya- Jum'at pagi di rujuk ke RSUD PS Njebugan. Alhamdulillaah atas kuasa الله swt, putri pertamanya bisa lahir dengan persalinan normal pada hari Jum'at jam 16.45 wib.
Hari Ahad siang mbak Fia sudah diijinkan pulang oleh pihak RS, sedangkan putrinya masih belum boleh di bawa karena menunggu hasil lab. Kabar gembira kedua kali mereka terima hari Senin, karena hasil lab negatif dan jam 14.00 putrinya sudah diijinkan pulang, berkumpul bersama seluruh keluarga.
Satu pelajaran berharga beliau ceritakan. Setelah merencanakan persalinan di Puskesmas dengan menggunakan kartu Jampersal, pak Iwan segera mengurus surat2 pengantar, dari RT dan kelurahan. Begitu sang istri mulai kerasa dan pergi ke tempat bersalin, surat-surat sudah di tangan. Jadi, menghadapi hal tak terduga seperti dirujuk seperti itu mereka sudah siap dan tidak perlu woro wiri. Jarak Piyungan-Bantul sangat jauh, sekitar 30KM.
Tak terasa toples-toples dan piring berkurang isinya. Gelas-gelas sudah gelimpang tanpa isi. Dan, adzan isya' mulai berkumandang di wilayah Sitimulyo dan sekitarnya.
Diwakili lurah DPRa, kami menyampaikan ikut bergembira dengan lahirnya mujahidah calon penerus risalah dakwah, semoga menjadi anak yang cantik nan sholihah. Amiiin. Dan kami pun berpamitan.
Rasulullah Saw. bersabda:
"Ada seseorang yang mengunjungi saudaranya di sebuah desa. Di tengah perjalanan, Allah mengutus malaikat-Nya. Ketika berjumpa, malaikat bertanya, "Mau kemana?" Orang tersebut menjawab, "Saya mau mengunjungi saudara di desa ini." Malaikat bertanya, "Apakah kau ingin mendapatkan sesuatu keuntungan darinya?" Ia menjawab, "Tidak. Aku mengunjunginya hanya karena aku mencintainya karena Allah." Malaikat pun berkata, "Sungguh utusan Allah yang diutus padamu memberi kabar untukmu, bahwa Allah telah mencintaimu, sebagaimana kau mencintai saudaramu karena-Nya." (HR. Imam Muslim).
*)Reporter: Hida Nur Hidayah
*posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Indonesia



Comments
Post a Comment