PENGKEBIRIAN PRO-JUSTITIA YANG DILAKUKAN SECARA ORAL SEX PARA KORUPTOR

Dalam kehidupan ini manusia tidak bisa menciptakan bayi. Meskipun pengetahuan tentang kloning sudah ada, manusia tidak dapat menciptakan bayi. Manusia hanya mengikuti prosedur yang sudah dicetak di alam ini.

Secara umum, orang berpandangan bahwa kehadiran bayi itu dikenhendaki oleh Tuhan. Tidak semua orang bisa menerima pandangan seperti ini. Karena hal ini merupakan pandangan yang subjektif



Dalam realitas kehidupan terkadang pandangan subjektif ternyata bertolak belakang dengan hukum Tuhan yang telah ditetapkan. Dan menurut sudut pandang objektif  bahwa bayi itu berasal dari desakan. Dalam hal ini Tuhan tidak perlu kita ikut sertakan dalam masalah kehadiran bayi di bumi ini.

Kenapa bayi ada yang mengatakan berasal dari desakan ?
Coba, kita berpikir sejenak dengan hati dan pikiran yang jernih dalam menyikapi pertanyaan-pertanyaan dalam tulisan ini !
Apakah masing-masing diri kita menyengajakan membuat bayi ?
Bagaimana kita bisa membuat bayi ?



Ahli kloning  di dunia ini saja tidak bisa membuat bayi. Ahli kloning hanya bisa memanfaatkan teori peluang untuk menghadirkan bayi dalam kehidupan ini. Ahli bayi tabung  saja tidak yakin 100% bahwa yang dilakukannya itu pasti bisa menjadi bayi.

Kenapa Tuhan tidak perlu dilibatkan dalam kelahiran manusia ?

Dalam suatu proses hubungan biologis dua insan manusia yang berlainan jenis, mereka mengalami suatu keadaan desakan. Tidak penting siapa yang mendesak dan yang terdesak. Yang jelas ada desakan yang kuat. Sehingga proses yang bisa menghasilkan bayi itu terjadi. Dalam hal ini kita tidak perlu menyebutkan apakah desakan itu lahir dari prilaku yang dibenarkan atau yang terlarang.

Meskipun Tuhan tidak perlu disertakan dalam kelahiran manusia dialam jagad raya ini, namun proses setiap kelahiran manusia di alam jagad raya ini berjalan sesuai dengan Hukum Tuhan yang telah ditetapkan di alam raya ini.

Dunia nyata manusia berbeda dengan hewan. Manusia tidak hidup di atas realita , tetapi hidup berdasarkan opini atau pun pendapat berdasarkan pandangan yang dia terima dari orang-orang yang berpengaruh di lingkungannya.

Jika hidup ini bukan karena pengaruh pandangan orang lain yang berpengaruh dalam kehiupan kita, bukan karena "katanya" orang-orang yang berpengaruh disekeliling kita, maka kita harus bisa menemukan kebenaran sejati.

Banyak hal yang sebenarnya kita sendiri tidak mengetahui. Namun, kita menyampaikannya juga kepada teman-teman atau pun orang-orang disekeliling kita hal-hal yang tidak kita ketahui.

Cara saling memberitahukan yang tidak kita tidak ketahui menurut sudut pandang ilmu agama merupakan tindakan saling membohongi, dan yang pada akhirnya kita terjebak dalam perbuatan dosa berjemaah, berdampak kerugian pada diri kita sendiri. Dan dari sudut pandang ilmu hukum sosial ini dikatakan pengalihan perkara.

Banyak peristiwa dan kejadian yang tidak diketahui kebenarannya. Banyak pihak yang menyampaikan berita hal-hal tersebut berdasarkan prasangkanya.

Banyak kelompok yang tidak berani menyampaikan secara jujur dengan apa yang diterima dan dilakukannya. Banyak kotoran yang dicuci dan dipelintir sehingga sekilas tampak bersih dan indah untuk pembatalan suatu hukum.

Suap dikatakan hibah, korupsi disebut anugerah, menjarah hak milik orang lain dikatakan wajar, semua ini menjadi salah kaprah, sesuatu yang salah tetapi dibenarkan.
Banyak oknum pejabat, oknum segala profesi baik tingkat eksekutif maupun yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, mereka tidak malu-malu memamerkan bahkan menjadi suatu kebanggaan atas keberhasilan mereka melakukan pekerjaan ilegal yang dilegalkan.

Maling teriak maling merupakan suatu kalimat yang selalu dikumandangkan ditengah-tengah masyarakat kita.  Rakyat harus diajarkan dan didik secara adap seperti apa adanya. Kalimat anti korupsi dan pro-justitia diucapkan demi sebuah kajujuran. Bukan sebuah kepalsuan. Bukan untuk kebodohan.

Manusia menyebut nama korupsi menurut bahasanya, dan budaya tempat hidupnya. Korupsi dijadikan rebutan lahan. Pelakunya tidak mau menyandang nama profesi baru sebagai seorang koruptor,  dibalik pelaku ada seorang strong hand yang memiliki kepentingan, dan rakyat merupakan korban pembodohan.

Alam berjalan berdasarkan satu hukum. Orang beragama menyebut dengan hukum Tuhan. Masyarakat awam menyebutnya dengan hukum alam.

==== %%%====

Bila hukum yang berlaku merupakan pengejawantahan dan penjelentrehan hukum Tuhan; maka,
Pro-justitia merupakan wakil Tuhan dalam penegakkan hukum di dunia ini.

D A N  :

Bila Pro-justitia telah mandul; maka akan berlakulah hukum Tuhan.

==== %%% ====

Masalah dapat mengubah manusia; tetapi 
Manusia tidak dapat mengubah masalah.

SOLUSINYA :

Dengan mengatasi permasalahan yang kecil; maka,
Kita dapat mengatasi permasalahan yang besar.





Ejawantah's Blog @2011

Comments