Dalam kesibukan narablog mengisi aktifitas keseharian dan disaat untuk menuangkan apa yang menjadi setiap inspirasi dalam setiap goresan pena, banyak menemukan kendala dan tantangan mengenai masalah waktu yang cukup luang dan datangnya mood, tentunya diantara narablog selalu menemukan kendala dan tantangan yang sama dalam hal ini.
Dan dalam kesempatan ini narablog mengucapkan terimaksih kepada para sahabat-sahabat yang terus berusaha memberikan motifasi dalam berkarya dalam menuangkan tulisan-tulisan dalam blog ini. Terimakasih untuk para sahabatku yang telah memberikan semangat dalam berkarya ;
Mas Agus Siswanto pemilik blog BaNi MuSTajaB
Mas Isro Machfudin pemilik blog Batavusqu
Dalam kehidupan di dunia ini adalah sandiwara. Ada cerita, ada ilmu, ada berita, yang disajikan kepada para pembaca disetiap blog yang disajikan oleh para narablog. Suguhan-suguhan itu dimaksudkan oleh para narablog semua agar para pembaca senang dan bahagia dalam memperoleh informasi. Bukan dimaksud agar sajian tersebut diterima sebagai hal yang negatif. Tapi dapat dijadikan subuah hal yang positif.
Dunia maya merupakan angan-angan dalam pikiran yang diejawantahkan dan disajikan dalam bentuk karya tulisan yang bermakna. Ia terus berubah dan berkembang mengikuti perkembangan zaman dengan menyesuaikan keadaan.
Dunia maya seperti keberadaan di alam mimpi. Adanya hanya di pikiran, tetapi sering kita menghadapinya sebagai kenyataan.
Ketika orang sedang bermimpi, maka dirinya seolah-olah mengalami kesendirian. Ia merasa hidup dan terrlibat di dalamnya. Nah..... bayangan, angan-angan, lamunan, bila tidak disadari bisa membuat yang mengalaminya itu menanggapinya sebagai kenyataan.
Pernakah kita tertawa sendiri ketika teringat sesuatu yang lucu ?
Dalam keadaan melamun, pikiran sedang melayang-layang, muncullah "kehidupan" di dalam pikiran. Ketika orang yang mengalaminya merasa senang, riang gembira, susah, menderita, sakit hati, lucu, atau bahkan benci dan marah.
Manusia hidup di duia ini sebagai wujud opini, pendapat yang keluar dari pikirannya.
Bukan hidup di atas realita kehidupannya.
Kita sebagai manusia diingatkan agar dapat hidup harmonis sesamanya. Keharmonisan alam ini perlu dijaga dan dipelihara. Itulah makna taqwa sebenarnya dalam kehidupan.
Dalam keadaan seimbang, harmonis, alam akan mernjadi sumber kehidupan di masa depan. Benih yang terpelihara dengan baik akan memiliki daya tumbuh yang baik pula. Begitu juga diri kita sebagai manusia yang berusaha menjaga dirinya dalam keharmonisan hidup berarti dia telah menyiapkan kehidupan dirinya.
Tujuan yang harus kita raih sekarang ini adalah berperan dengan sebaik-baiknya, sehingga timbul aprisiasi dari Sang Sutradara Agung yaitu Sang Pencipta. Dan seiring degan postingan ini ijinkannarablog megucapkan terimakasih kepada para sahabat yang telah menyapa dalam email dan memberikan semangat untuk tetap berkarya.
Dengan mengatasi permasalahan yang kecil; maka
Kita akan dapat mengatasi permasalahan yang besar
Ejawantah's Blog @ 2011




Comments
Post a Comment