Wajah Lain PKS

Sepintas sosoknya menakutkan layaknya seorang preman pasar. Betapa tidak, badan gagah gede item ditambah tato rajawali di lengan kanan, terlihat macho. Belum lagi potongan rambut model mohawck layaknya anak muda masa kini.

Kenalkan, dialah Mas Apriyanto atau lebih populer disapa mas Ndut. Beliau adalah simpatizer PKS aseli Gunungkidul yang ikut menyemarakan Liga Futsal Liqo yang digelar awal tahun 2011 oleh PKS Piyungan.

"Wah, kalo ga kenal PKS ga mungkin Ndut kamu kenal Futsal," canda Purnomo kader PKS Piyungan teman akrab mas Ndut di tempat mangkal kerja, sebuah percetakan di piyungan.

"Biasa aja mas bro, ini aja tadi orang rumah ga percaya kalo mau futsal," sahut Ndut yang sehari-hari bolak balik Gunungkidul-Piyungan. Maklum, taon baru biasanya anak muda pada ke tempat hiburan, ini mas Ndut malah ikut kegiatan PKS.


Ya, kemarin adalah hari bersejarah dalam kehidupan mas Ndut, betapa tidak kali pertama ikut futsal langsung ikut turnamen. Dengan porsi tubuhnya yang cukup jumbo ( XXXLLL ) mas Ndut dipercaya sebagai benteng terakhir alias kiper Tim Liqo DPRa Sitimulyo, dimana dalam Tim tersebut terdapat beberapa teman kerja mas Ndut.

"Gimana neh ntar kalo kalah?" mas Ndut tampak grogi memasuki arena futsal.

"Pulang ke Gunungkidul jalan kaki," ancam kang Deni sambil ketawa.

Walopun akhirnya belum berhasil lolos ke babak putaran final, tapi semangat mas Ndut berjibaku di laga perdananya ini patut diacungi empat jempol. Saat beberapa kader lokal Piyungan ada yang datangnya terlambat dari jadwal kick off jam 6 pagi, mas Ndut yang jarak tempuh dari rumahnya di Gunungkidul ke Piyungan sekira 30 km datangnya tepat waktu. Ini aja sudah fantastis! terlebih ikutan kegiatan PKS ini gak dapat bayaran, malah ngrogoh kocek sendiri buat ongkos angkot. Simpatizer ruar biasa...

Ternyata, dimana saja kita berada, di tempat mana saja kita bekerja, di lokasi mana saja kita berinteraksi, ada insan-insan yang butuh sapaan kita. Jangan liat tampangnya doang. Siapa tau tampang serem tapi berhati kalem kayak mas Ndut ini. Yuk, kita perluas segmen dakwah kita dengan rajin "pedekate" orang-orang di "sekeliling" kita, siapa saja, biar wajah PKS lebih berwajah "nusantara" lebih bernuansa "full colour" tidak monochrome. Bukankah PKS adalah Partai Kita Semua?

"Seorang Mukmin yang berbaur dengan manusia dan bersabar atas perlakuan dari mereka, itu lebih baik daripada seorang mukmin yang tidak mau berbaur dengan manusia dan tidak bersabar atas perlakuan manusia." (HR. Ahmad dan At-Turmudzi)

By: Deni Sunardi

Kabid Kepemudaan DPC PKS Piyungan


*posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Comments