Santri PKS Rajin Mengaji

by: abuhasan surhim
---
"Akhi, sekarang pesertanya sudah tambah banyak sekali ya?" komentar ustadz Hanafi usai beliau mengisi Tarbiyah Tsaqofiyah (tatsqif) Ahad pagi kemarin (9/1/11).

"Alhamdulillah ustadz. Mudah-mudahan bisa konsisten," balas kami yang duduk bersila melingkar bersama ustadz Hanafi sembari menikmati hangatnya teh.

Sudah sebulan (baca: baru sebulan) program kajian rutin (tatsqif) digulirkan oleh bidang Kaderisasi DPC PKS Piyungan berbarengan dengan pencanangan Tahun Hijriyah 1432 sebagai tahun kebangkitan ilmu, iman dan amal.

Tatsqif perdana, Ahad 5 Desember tahun lalu (2010), diisi oleh ustadz Hanafi dengan materi kajian kitab "Shofwah At-Tafasiir" karya Asy-Syaikh Muhammad Ali Ash-Shobuni. Alhamdulillah, dengan konsistennya panitia menggelar tatsqif rutin, maka jumlah peserta kian hari semakin bertambah. Materi kajian juga berfariasi, ada tafsir tematik, fiqh dakwah, fiqih kontemporer, aqidah, akhlak, sesekali mengupas peristiwa atau topik yang lagi hangat di masyarakat lokal maupun interlokal (internasional).

Tatsqif yang rutin digelar tiap Ahad pagi mulai jam 5 pagi tit sampai jam 6 ini bertempat di masjid Al-Ikhlas Sampakan Piyungan. Masjid yang berada di perempatan jalan utama Piyungan ini menambah nilai lebih tatsqif sebagai syiar Ilmu karena masyarakat luas tiap ahad pagi disajikan pemandangan indah keramaian "Santri PKS Piyungan" yang rajin mengaji. Belum lagi deretan motor dan (beberapa) mobil yang parkir berjejer sepanjang jalan di "jantung Piyungan" benar-benar sangat terasa syiar Islam tiap ahad pagi. Ditambah sound masjid yang terdengar siapa saja yang melintasi jalan, tukang ojek perempatan pun bisa mendapat ilmu sambil menunggu datangnya pelanggan.

Selain sisi ilmu dan syiar, tatsqif ini juga sangat berpengaruh terhadap kuatnya ikatan ukhuwah diantara kader Piyungan. Hal ini tak lain karena tiap pekan, semua kader ikhwan akhwat Piyungan berkesempatan COD alias copdar bertemu langsung, saling sapa, saling tukar info, bercengkerama sejenak sambil minum teh hangat usai selesainya kajian sebelum pulang. Kalau ada yang berhalangan hadir bisa dicari info: sakitkah ia? kalau iya, maka bisa langsung dijadwalkan menjenguknya. de el el....

Selain itu juga (kebanyakan selain nich), tatsqif bisa dipakai untuk menginformasikan kegiatan-kegiatan DPC atau DPRa (dan sekaligus memobilisasi). Sehingga semua kader tahu dinamika DPC dan DPRa yang mendorong mereka untuk bahu membahu mensukseskan agenda-agenda dakwah. Tak satupun yang ingin ketinggalan menabung kebaikan. Tak satupun yang rela berpangku tangan. Karena, tak satupun yang tidak ingin bersama-sama menggapai kebahagiaan.

Alhamdulillah, tiap ahad pagi kami mendapat limpahan nikmat yang begitu banyak. Nikmat ilmu, nikmat ukhuwah, nikmat dakwah. Sungguh indah terasa hidup di jalan dakwah.....

*posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Comments