By : Abu Izzuddin
-**-
Jiwa siapakah yang masih dirindu…???
Sementara ada Dia menanti disana.
Raga manakah yang masih sakit…???
Bila jiwa telah terbang bersama cinta-Nya.
NAFAS… Masihkah berhembus terengah…???
Sedang JIHAD adalah udaranya.
CINTA… Masihkah memerah jambu…???
Padahal hijau JANNAH telah membentang sejauh pandangan.
-**-
Jiwa siapakah yang masih dirindu…???
Sementara ada Dia menanti disana.
Raga manakah yang masih sakit…???
Bila jiwa telah terbang bersama cinta-Nya.
NAFAS… Masihkah berhembus terengah…???
Sedang JIHAD adalah udaranya.
CINTA… Masihkah memerah jambu…???
Padahal hijau JANNAH telah membentang sejauh pandangan.
Karena pecinta dunia akan me-nomorsatu-kan syahwat keduniawiannya.
Hatinya akan senantiasa dipenuhi oleh orientasi sempit “kenikmatan semu”.
Seluruh pikiran, kekuatan, waktu, modal dan semua fasilitas yang ada akan menjadi penyokong dan penggerak dari cita-cita sempit keduniawian…
Mereka khawatir jatuh miskin, jatuh sakit dan mengalami kebangkrutan atas usaha mereka
Dan kebanyakan manusia melakukannya.
Karena pecinta dunia merasa sayang jika waktu, tenaga, harta & pikirannya dibelanjakan di jalan ROBB-nya.
Mereka lebih suka bercengkerama dengan teman-temannya, membicarakan sesuatu yang tak ada manfaatnya.
Biaya hobi mereka jauh melebihi nominal zakat, infaq dan sodaqoh mereka.
Dan kebanyakan manusia melakukannya.
Karena pecinta dunia akan malas untuk bangun tengah malam, lalu mengambil air wudhu dan bermunajat kepada ROBB mereka. Hawa yang dingin menusuk terasa sangat menyakitkan jasad mereka.
Perut mereka tak lebih daripada kuburan bagi hewan dan tumbuhan yang mereka makan, yang selalu memenuhinya, sehingga puasa adalah sesuatu yang sangat memberatkannya.
Waktu adalah uang, itulah prinsip mereka, sehingga panggilan sholatpun merupakan gangguan baginya.
Dan kebanyakan manusia melakukannya.
Duhai ROBBI… Bagaimana mungkin di akhirat nanti aku merangkai kata, memberikan jawaban dari pertanyaan-Mu tentang amalku di dunia ini, sedang Engkau lebih mengetahui tentang segala sesuatu yang hamba nampakkan dan hamba sembunyikan…
Tegal, detik-detik akhir 1431
*posted by: pkspiyungan.blogspot.com



Comments
Post a Comment