Reporter: Abu Hasan Surhim
"Ini, PKS dari mana lagi nich?", sapa bu Resnani dan warga kalicode yang menyambut rombongan relawan Kepanduan PKS Piyungan begitu sampai di TKP (Kalicode Jogja).

"Kalau yang kemarin sragamnya orange, sekarang kok sragamnya lain lagi," sambung ibu paruh baya yang rumahnya persis pinggir kalicode.

"Kami dari PKS Piyungan Bantul bu, kalo yang sragamnya orange itu PKS Kota Jogja," ujar Abu Izzuddin komandan Kepanduan Piyungan yang memimpin ikhwah kepanduan Piyungan dengan seragam kaos krem khas kepanduan.

"Matur suwun saestu mas, ganjaran ning akhirat mangke ageng sanget," (trimakasih mas, pahala di akhirat nanti besar banget buat mas-mas yang mau membantu), ujar bu Resnani yang udah punya lima cucu ini dengan senyum mengembang. Kami yang berterimakasih bu, karena diberi kesempatan untuk bisa membantu walau hanya dengan sedikit waktu dan tenaga, batin kami.

Warga masyarakat bantaran kalicode ternyata sudah tidak asing dengan relawan dari PKS yang memang sudah terjun langsung bahkan sebelum terjadi banjir lahar dingin dengan membuat pos pemantauan kalicode. Kalicode adalah satu wilayah di daerah Kotamadia Yogyakarta, 500-an meter timur kawasan Malioboro. Pihak DPD PKS Kota Yogyakarta sudah sigap menangani kalicode sebelum terjadi banjir, kala Merapi masih menebar debu dan laharnya kemana-mana. Kalau Merapi sudah mereda, sekarang daerah-daerah yang dilewati lahar dingin giliran mendapat musibah.

Pagi jelang siang itu, Ahad 5 Muharram 1432 (12/12/10), kurang lebih dua puluh ikhwah kepanduan DPC PKS Piyungan terjun membantu warga kalicode yang terkena musibah banjir lahar dingin erupsi Merapi. Kondisi dan cuaca yang tidak menentu membuat warga yang tinggal di pinggiran kalicode mengungsi. Puncak banjir terjadi hari Senin kemarin (6/12) kala hujan deras melanda Jogja selama empat jam.

Rombongan relawan PKS Piyungan dibagi jadi dua kelompok, masing-masing ke RW 02 dan RW 03 Kelurahan Tegal Panggung Danurejan Kodia Jogja. Di RW 03, Tim Kepanduan Piyungan yang dikomandani Abu Izzuddin mendapat dua tugas pokok: memperbaiki tanggul pinggir kalicode dan membersihkan sisa-sisa lahar dingin di area pemukiman warga.

Dengan gotong royong bersama pemuda dan warga setempat, Tim Kepanduan Piyungan pertama-tama membersihkan sisa-sisa lahar dingin di pemukiman dengan menggunakan peralatan yang disediakan DPD PKS Kota Jogja. Berkat kerja gotong royong, pekerjaan jadi lebih cepat dan terasa ringan. Sekira satu setengah jam, antara pukul 9.00-10.30 pekerjaan yang diamanahkan selesai.

Pekerjaan berlanjut ke pinggir sungai kalicode. Perkiraan dari pihak pemerintah, banjir kalicode masih berpotensi terjadi sampai Maret tahun depan mengingat cuaca yang hampir setiap sore hujan. Oleh karenya, kami diminta membantu memperbaiki dan memperkuat tanggul di pinggiran kalicode agar airnya tidak meluap.

Tugas kedua ini lebih berat, karena tanggul buatan ini menggunakan karung yang telah diisi pasir. Karung ukuran kecil berbobot sekira 30 kg sedang yang besar ukurannya dua kali lipat. Beruntung Tim Kepanduan Piyungan yang tugas di area ini adalah kader-kader PKS dari pegunungan kaligatuk Piyungan, ikhwah yang sudah terbiasa bekerja keras sebagai kuli bangunan.

Lihat saja, akh Egik akh Azis akh Hasan akh Yatno, sambil masih bisa bercanda dan ketawa ketiwi mereka gotang gotong dan angkat angkut karung untuk ditumpuk rapi dan kuat di pinggiran kalicode. Lihat pula Abu Izzuddin sang komandan yang tak mau ketinggalan bolak balik membopong karung pasir di punggungnya, sesekali mengusap keringat yang bercucuran dengan slayer orange kepanduan. Ada pula akh Ragil dan akh Purnomo yang tetap semangat walau badannya kecil (kayaknya besaran karung yang dipikul).

Saat adzan dzuhur berkumandang, alhamdulillah tugas kedua telah diselesaikan. Sebelum berpamitan kami sholat dzuhur berjamaah di masjid Istiqomah yang terletak tak jauh dari lokasi tanggul. Usai sholat, kami ke Posko P2B Kota Jogja. Disitu mobil pickup sudah menunggu kami untuk kembali ke Piyungan.

*posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Comments