Training Perawatan Jenazah Ibu-ibu PWK Gempolsari

Reporter: Suwartiyah
Meletusnya gunung Merapi saat ini memang sedang menjadi berbincangan hangat, warga yang mengungsi yang sebelumnya hanya dari sekitar radius 15 km sekarang meluas hingga radius 20km dari puncak Merapi harus dikosongkan dari hunian warga sekitar Gunung Merapi.

Topik ini mewarnai perbincangan ibu-ibu PWK Gempolsari yang Ahad siang itu (7/11) berkumpul di rumah Ibu Sutiyem Gempolsari Banyakan II Sitimulyo Piyungan. Tidak hanya sekedar ‘ngerumpi’, ibu-ibu yang pernah merasakan sendiri musibah gempa Jogja 4 tahun yang lalu ini juga sudah turut berbagi dengan membuat 500 nasi bungkus untuk para pengungsi.

“Betapa beruntungnya kita yang saat ini bisa duduk berleha-leha didepan rumah, bisa keluar rumah tanpa rasa was-was, masih bisa mencarikan pakan ternak. Tapi bagi para pengungsi.. abu vulkanik telah meluluhlantakkan rumah,sawah,ternak mereka tanpa pilih-pilih. Begitu dahsyatnya Kuasa Allah. Ibu-ibu pandai-pandailah bersyukur, jangan pernah lupa kepada yang menciptakan kita, karena tempat tinggal kita masih jauh dari gunung merapi kurang lebih sekitar 60km dari Puncak,” tutur Ibu Ambar dalam sambutan pembukaan acara PWK tepat pukul 14.00 WIB.

PWK dengan dihadiri peserta 70 orang ini, kemudian dilanjutkan dengan agenda yang sebelumnya sudah disepakati, yaitu Perawatan Jenazah. Perawatan jenazah ini di sampaikan oleh Ibu Endah, walaupun hanya menggunakan alat peraga, (karena Praktek perawatan jenazah akan dipraktekkan bulan berikutnya Sesi Ke2) dengan gaya penyampaian beliau yang menarik pesertapun sangat antusias bagaimana cara memandikan jenazah dan bagaimana cara mengkafani jenazah dan ternyata menimbulkan banyak pertanyaan. Sebagian dari ibu-ibu PWK masih takut jika dimintai tolong jika di dusun mereka ada yang meninggal, karena mereka belum tahu betul ilmunya, hanya sekedar tahu saja.

Karena saking semangatnya, mereka sampai lupa kalo ternyata hari semakin sore.. tepat Pukul 16.00 WIB acarapun diakhiri.

---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Comments