by: Ken SriIni judul film apa judul buku? Wo, bukan dua-duanya. Trus apa donk? Hmm, gini critanya:
Tiap 2 mei, anak sekolah kan pada upacara hari pendidikan. Nha, kita pun tak mau kalah. Ahad 2 mei 10, di pagi yang super cerah, para akhwat ummahat berkumpul di masjid Al-Ikhlas sampakan. Mo upacara juga? Ya enggak laah...
Ini gawe-nya bid.kaderisasi dpc pks piyungan. Dikemas dalam bentuk liqo bersama akhwat & ummahat. Tittle di atas tadi yang jadi tajuknya. Sebagai pemateri, kami datangkan khusus dari kawasan maguwo harjo seorang pengusaha yang mengelola toko kayu dan juga laundry dg sistem agen. Ibu Nur Isnainiyati, SPt, MP., yg akrab disapa bu isna.
Sepertinya kita spakat ya, bahwa aktivitas bernama dakwah tetap lah membutuhkan dana operasional. Maka kita perlu memiliki mesin penghasil uang . PNS? Banyak sih yg pengen. Tapi kursi yg tersedia tak sebanding dg jumlah sensus penduduk... Ya udah, kalo gitu kerja aja di badan2 usaha milik swasta. Tapi lagi2 lapangan kerja yg trsedia ga mungkin menampung smua pencari kerja (ya iya, lapangan piyungan aj ga muat buat lesehan orang se-piyungan.. Lho jd ga nyambung gini.. (^_^).
Salah satu solusi ya ayo jd entrepreneur, pengusaha. Jangan langsung bayangin yg muluk2, PENGUSAHA! Hebat bener rek! Orang yg punya usaha sendiri meski omzetnya ga bisa dikatakan fantastic (30rb doank misal), pengusaha juga tho namanya?
Nha, ada tips WISDOM ni dari bu isna, agar jadi entrepreneur yg berhasil :
1. W = watak, mengenali situasi kita saat ini. Berupa karakteristik diri, seperti aset yg kita miliki dan keadaan lingkungan.
2. I = impian yg kita inginkan. Kita perlu visi misi yg jelas dan diterjemahkan mnjadi tujuan agar kita tak kebingungan di tengah jalan. Jadi kita tetap melangkah ke arah yg benar meski jalurnya tak selalu mulus dan lurus.
3. S = siasat ato strategi. Stelah kita tahu W dan I, maka kita perlu merancang siasat untk bergerak dari W ke I.
4. D = didik/belajar. Kita perlu belajar banyak hal demi kesuksesan pelaksanaan strategi.
5. O = otot & otak. Kerja keras & kerja cerdas.
6. M = monitor, meter, & manajemen. Kita perlu mengukur dan memantau pencapaian dibanding rencana semula. Sumber daya yg ki ta miliki terbatas, maka perlu dikelola secara terukur, terpantau, efektif, dan efisien.
Gitu......
Wah tak terasa, ternyata udah hampir jm 11.00. Saking asyiknya menyimak dan diskusi sama bu isna sich...
Semoga akhwat ummahat piyungan adalah calon2 entrepreneur pemberani. Berani mengambil resiko dan menentukan keputusan. Karna dibandingkan profesi lain, nyata2 profesi ini jauh lebih dinamis dan menyimpan ketidakpastian. Mau tak mau, sudi tak sudi, seorang entrepreneur kudu berani menyongsong segala ketidakpastian yg kadang kala tak menyenangkan.
Udah dulu ya.. Mo beres2, ntar keburu masuk waktu dzuhur. Bisa kacau kalo tempat belum bersih dan rapi....
---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com
Tiap 2 mei, anak sekolah kan pada upacara hari pendidikan. Nha, kita pun tak mau kalah. Ahad 2 mei 10, di pagi yang super cerah, para akhwat ummahat berkumpul di masjid Al-Ikhlas sampakan. Mo upacara juga? Ya enggak laah...
Ini gawe-nya bid.kaderisasi dpc pks piyungan. Dikemas dalam bentuk liqo bersama akhwat & ummahat. Tittle di atas tadi yang jadi tajuknya. Sebagai pemateri, kami datangkan khusus dari kawasan maguwo harjo seorang pengusaha yang mengelola toko kayu dan juga laundry dg sistem agen. Ibu Nur Isnainiyati, SPt, MP., yg akrab disapa bu isna.
Sepertinya kita spakat ya, bahwa aktivitas bernama dakwah tetap lah membutuhkan dana operasional. Maka kita perlu memiliki mesin penghasil uang . PNS? Banyak sih yg pengen. Tapi kursi yg tersedia tak sebanding dg jumlah sensus penduduk... Ya udah, kalo gitu kerja aja di badan2 usaha milik swasta. Tapi lagi2 lapangan kerja yg trsedia ga mungkin menampung smua pencari kerja (ya iya, lapangan piyungan aj ga muat buat lesehan orang se-piyungan.. Lho jd ga nyambung gini.. (^_^).
Salah satu solusi ya ayo jd entrepreneur, pengusaha. Jangan langsung bayangin yg muluk2, PENGUSAHA! Hebat bener rek! Orang yg punya usaha sendiri meski omzetnya ga bisa dikatakan fantastic (30rb doank misal), pengusaha juga tho namanya?
Nha, ada tips WISDOM ni dari bu isna, agar jadi entrepreneur yg berhasil :
1. W = watak, mengenali situasi kita saat ini. Berupa karakteristik diri, seperti aset yg kita miliki dan keadaan lingkungan.
2. I = impian yg kita inginkan. Kita perlu visi misi yg jelas dan diterjemahkan mnjadi tujuan agar kita tak kebingungan di tengah jalan. Jadi kita tetap melangkah ke arah yg benar meski jalurnya tak selalu mulus dan lurus.
3. S = siasat ato strategi. Stelah kita tahu W dan I, maka kita perlu merancang siasat untk bergerak dari W ke I.
4. D = didik/belajar. Kita perlu belajar banyak hal demi kesuksesan pelaksanaan strategi.
5. O = otot & otak. Kerja keras & kerja cerdas.
6. M = monitor, meter, & manajemen. Kita perlu mengukur dan memantau pencapaian dibanding rencana semula. Sumber daya yg ki ta miliki terbatas, maka perlu dikelola secara terukur, terpantau, efektif, dan efisien.
Gitu......
Wah tak terasa, ternyata udah hampir jm 11.00. Saking asyiknya menyimak dan diskusi sama bu isna sich...
Semoga akhwat ummahat piyungan adalah calon2 entrepreneur pemberani. Berani mengambil resiko dan menentukan keputusan. Karna dibandingkan profesi lain, nyata2 profesi ini jauh lebih dinamis dan menyimpan ketidakpastian. Mau tak mau, sudi tak sudi, seorang entrepreneur kudu berani menyongsong segala ketidakpastian yg kadang kala tak menyenangkan.
Udah dulu ya.. Mo beres2, ntar keburu masuk waktu dzuhur. Bisa kacau kalo tempat belum bersih dan rapi....
---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com


Comments
Post a Comment