Pintu Surga Yang Paling Tengah


by Becik Pambudi

Assalaamu 'alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuh,
Semoga Bermanfaat. Dapat taujih dr tetangga.
---
Ada seorang wanita yang bernama SUMIYEM. Ketika ibu dari SUMIYEM wafat, beliau meneteskan air mata tanpa meratap, lalu beliau ditanya oleh sahabatnya tentang sebab tangisannya, jawabnya, "Allah SWT bukakan untukku dua pintu masuk surga, sekarang, satu pintu telah ditutup."

Begitulah, orangtua adalah pintu surga, bahkan pintu yang paling tengah di antara pintu-pintu yang lain.

Nabi Muhammad SAW bersabda,
"ORANG TUA adalah PINTU SURGA YANG PALING TENGAH, terserah kamu, hendak kamu terlantarkan ia, atau kamu hendak menjaganya." (Kalau nggak salah HR. Tirmidzi)

"Maksud pintu surga yang paling tengah adalah pintu yang PALING BAGUS dan PALING TINGGI. Dengan kata lain, sebaik-baik sarana yang bisa mengantarkan seseorang ke dalam surga dan meraih derajat yang tinggi adalah dengan mentaati orangtua dan menjaganya."

Bersyukurlah jika kita masih memiliki orangtua, karena di depan kita ada pintu surga yang lebar menganga. Terlebih bila orangtua telah berusia lanjut. Dalam kondisi tak berdaya, atau mungkin sudah pelupa, pikun atau tak mampu lagi merawat dan menjaga dirinya sendiri, persis seperti bayi yang baru lahir.

Rata-rata manusia begitu antusias dan bersuka cita tatkala memandikan bayinya, mencebokinya dan merawatnya dengan wajah ceria. Berbeda halnya dengan sikapnya terhadap orangtuanya yang kembali menjadi seperti bayi. Rasa malas, bosan dan kadang kesal seringkali terungkap dalam kata dan perilaku.

Mengapa.......?

Kemungkinan 1......

Mungkin karena ia merasa dirinya sudah bisa segala sesuatu dan merasa paling baik dan benar serta pintar, sehingga ia melihat banyak sekali kekurangan orangtuanya dimatanya...

Andai saja kita memahami, bahwa kita bisa seperti itu karena campur tangan orangtua kita. Mereka menyayangi kita tanpa ada kepentingan apapun, dengan keikhlasannya kita bisa seperti ini.

Kemungkinan 2......

Mungkin karena ia hanya berorientasi kepada dunia, si bayi bisa diharapkan nantinya produktif, sedangkan orang yang tua renta, tak lagi diharapkan kontribusinya.

Andai saja kita berorientasi akhirat, sungguh kita akan memperlakukan orangtua kita yang tua renta dengan baik, karena hasil yang kita panen lebih banyak dan lebih kekal.

SUNGGUH TERLALU, ORANG YANG MENDAPATKAN ORANG TUANYA BERUSIA LANJUT, TAPI IA TIDAK MASUK SURGA, PADAHAL KESEMPATAN BEGITU MUDAH BAGINYA.

Nabi Muhammad SAW bersabda, "Sungguh celaka... sungguh celaka... sungguh celaka..", lalu dikatakan, "Siapakah itu wahai Rasulullah?" Beliau bersabda, "Yakni orang yang mendapatkan salah satu orangtuanya, atau kedua orangtuanya berusia lanjut, namun ia tidak masuk surga." (HR Muslim)

Ia tidak masuk surga karena tak berbakti, tidak mentaati perintahnya, tidak berusaha membuat senang hatinya, tidak meringankan kesusahannya, tidak menjaga kata-katanya, dan tidak merawatnya saat mereka tak lagi mampu hidup mandiri.

Wahai Saudaraku...

Marilah mulai saat ini kita

SAATNYA BERKACA DIRI,
SUDAHKAH LAYAK KITA DISEBUT SEBAGAI ANAK YANG BERBAKTI ?
SUDAHKAH LAYAK KITA MEMASUKI PINTU SURGA YANG PALING TENGAH ?

Semoga ini dapat bermanfaat untuk kita agar selalu berjalan di jalanNYA..

Salam,

Becik Pambudi
[Munggur, Srimartani, Piyungan]
---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Comments