Hamas Piyungan Tour de Dieng 2010


reporter: abuhasan
"piye iki, hamas eneng acara ora?"
kalimat tanya penuh kerinduan akan aksi hamas (himpunan anak muda pks) piyungan disampaikan akh haryadi, akh sarojo, akh didi, dkk yang melaporkan 'pengaduan' para simpatisan kawula muda di dusun mereka yang gabung bersama hamas kala gebyar pemilu kemarin.

pasca pemilu hamas piyungan memang belum mengadakan aksi. dan respon simpatisan hamas yang disampaikan teman-teman pada syuro hamas kamis sore kemarin (10/12) mengobarkan kembali semangat para pimpinan hamas untuk 'ngopeni' para simpatisan anak muda (non tarbiyah) yang jumlahnya mencapai seratusan.

maka di sore penuh berkah itu, bertempat di markaz dpc pks piyungan jalan jogja-wonosari km 10, berkumpulah para punggawa hamas piyungan dengan dipimpin langsung akh sunardi sang komandan hamas. hadir akh didi, si boy, jack sarojo, ecoy, dhanie, sckul, sinjo, dan tak ketinggalan akh andi tw ketua dpc piyungan. plus ane sang reporter.

walau undangan via sms rada mendadak, kehadiran full tim kader inti hamas piyungan ini menyiratkan akan kerinduan mereka pada hari-hari penuh gejolak semangat saat pemilu. usulan dan masukan yang datang dari semua peserta syuro hamas sore itu, juga menegaskan kalau hamasah (semangat) itu seperti virus yang cepat menular. empat puluh menit urun rembug akhirnya menyepakati diadakannya acara touring tahun baru dengan target lokasi dieng. kenapa memilih dieng? teman2 mengusul kalau bikin acara untuk anak muda (apalagi non-kader) maka lokasi yang dipilih harus 'menjual' sekaligus 'menantang'.

kalau urusan 'menjual' dan 'menantang' memang dieng punya nilai plus. saya sendiri belum pernah kesana jadi sangat mendukung usulan ke dieng. dan setelah saya tanya om google ternyata dieng betul2 'menjual' dan 'menantang'. ini saya kutipkan testimoni yang udah pernah kesana...


"Kalau ingin cepat (ke dieng) tak perlu lewat Magelang maupun Parakan. Setelah Muntilan ambil jalan ke kiri melewati Candi Borobudur. Terus saja sampai memotong jalan raya Magelang-Purworejo. Belok ke kiri (ke arah Purworejo) barang 2-3 km sampai ketemu simpang tiga ke arah kanan. Letak simpang 3 (kalau tak salah ingat) ada di Kecamatan Bruno(?). Ikuti jalan ke kanan, nanti tembusnya tak jauh dari Kertek. Wonosobo tinggal 5km dari situ. Lewat jalur ini Yogya-Dieng sekitar 2,5 jam.

Bila mengambil rute di atas motor harus fit lantaran banyak jalur menanjak. Jangan lupa isi angin lebih dari rerata untuk menghindri ban bocor. Maklum jalan itu jalan kabupaten yang tentu saja tak semulus jalan propinsi. Memang jika melewati Parakan akan bisa dilihat pemandangan aduhai. Utamanya antara Secang dan sebelum jembatan Kali Progo. Jalan seperti membelah benteng alam Sindoro-Sumbing. Saya hapal sekali tempat ini karena desa tempat saya KKN dulu kira-kira 5km dari pertigaan sebelum Jembatan Progo.

Dari sobat lain di internet bercerita: Saya share yang pernah bahkan sering saya lakukan..
Ke Dieng santai rata2 3 jam dari Jogja...saya sangat sarankan dari Jogja pukul 5 pagi jadi anda bisa pass by di Temanggung dan Parakan kira2 pukul 6.30 - 7 pagi. Seperti yang anda bilang pemandangannya sangat bagus dan bila beruntung akan anda dapatkan view Sindoro dan Sumbing mengapit jalan raya dengan latar langit biru. Lalu juga view sungai2 serta kebun teh dan tembakau yang menawan.... Bahkan sebelum itu, bila beruntung (lagi) anda selepas Jogja bisa ketemu sunrise yang bagus pula di sisi Merapi.

Sebenarnya ke Dieng tidak begitu jauh dari sisi jarak, kurang lebih 160an kilo (kalo tidak salah) namun karena medan berat menanjak jadi kec motor rata2 hanya bisa 50 - 60 kpj."


wah. jadi ndak sabar nich pingin cepet ke dieng. malam tahun baru di dieng! pasti asyik. apalagi kalau touring beramai-ramai bareng anak2 muda hamas. anda mau gabung?

----

Comments