by Ken Sri-----
Jumpa lagi sama PWK! Poitan itu nama dusun lho ya! Daerah garapan PWK Srimartani. Kelompok PKK yang kami dampingi adalah RT 06. Aktivitas PWK Poitan mungkin (bukan mungkin ding... pancen!) belum pernah nongol di halaman ini. Sebenarnya kami sudah mendampingi selama 4 bulan (yang artinya 4x pertemuan). Usia PKK RT ini ya baru segitu. Kami masuk menawarkan program PWK waktu 'si bayi' PKK baru umur 7 hari. Alhamdulillah, wilayah yang berlatar 'merah' ini menyambut dengan antusias.
Kegiatan yang sudah terlaksana antara lain: ketrampilan bikin peninset seri 1 & 2, sama penyuluhan kesehatan reproduksi wanita seri 1 (kanker serviks). Kok gak pernah nongol liputannya? Tukang liputnya kebetulan gak bisa hadir. Kebentur terus sama acara yang tidak bisa di-wakil-kan orla (walah gayanya kayak orang penting aja ya!). Semoga coretan yang ini bisa nebus utang liputan yang kemaren-kemaren ya...he...he...
April, jumpa PKK yang digelar pada pekan pertama tiap bulan ini jatuh tanggal 5, Ahad kemarin. Anggotanya 80-an persen ibu-ibu muda. Semangat. Tak sungkan menelorkan pendapat. Banyak maunya (maksudnya kegiatan-kegiatan). Banyak ide. Setidaknya itu lah yang sempat saya rekam. Materi penyuluhan kesehatan reproduksi wanita seri 2 kali ini juga atas permintaan mereka. Bahasannya tentang kanker payudara. Begitu acara intern PKK usai, giliran PWK beraksi. Kali ini, bidan Niken yang didatangkan khusus dari desa seberang (Sitimulyo), hadir jadi narasumber.
Dijelaskan apa itu kanker payudara, penyebab, ciri, cara deteksi dini. Lengkap lah. Seperti biasa, bahasan semacam ini tak pernah sepi dari gelak tawa. Ger-geran pokoke. Para ibu juga sangat antusias. Mengalir lah berbagai rupa pertanyaan.
“Bedanya tumor sama kanker apa mbak?”
“Kalo sudah nikah lama tapi belum punya anak bisa bikin kanker gak?”
“Menular tidak sih?”
Bahkan ada yang tanya terapi apa yang manjur biar bisa segera dapet momongan. Bidan Niken satu persatu menanggapi semua pertanyaan, sampai ibu-ibu pada dong dan gak bingung lagi.
Diluar mendung udah mengintip. Bau-baunya bakal hujan nich! Untung materi udah kelar disampaikan. Pertanyaan juga udah tuntas dijawab. Acara harus segera diakhiri nampaknya. Ibu-ibu pada banyak jemuran soalnya. Bidan Niken pun segera pulang, takut keduluan hujan. Sementara aku dan seorang teman masih tinggal sebentar. Saat itulah Pak ketua RT memberi komentar,
“Kalo ikut seminar semacam tadi bayar 50 ribu lho mbak! Ini sama mbak-mbak PKS dikasih gratis!”
“Alhamdulillah, kader-kader PKS semangat berbaginya tinggi pak. Semboyannya tansah migunani tumraping liyan. Doakan saja pak semoga kami tetap istiqomah...” sambut kami.
Kalo Bu RT, lain lagi tanggapannya. Sehari sebelumnya (Sabtu sore, 4/4), kami spreading dan sosialisasi pencontrengan di RT ini juga. Door to door. Bu RT tanya, “Mbak kalo acara kayak kemarin itu (spreading) dapet ganti bensin ato uang lelah gitu kan dari caleg-caleg-nya?
“Alhamdulillah tidak Bu...”
“Nggak dapet..?!” Bu RT gumun (heran) banget.
“Kemarin juga ada yang nanya duitnya mana gitu. Tapi kami jawab aja, lha kami gak punya je Pak, wong gak disangoni juga...,” he...he...
“Subhanalloh... Semoga besok balasannya di akhirat ya mbak...” ujar Bu RT
“Aamiin....” balas kami mengakhiri obrolan.
Mendung diluar makin pekat. Saatnya cabut, balapan sama si hujan ni! Baru tiga menit jalan, waa.... brrees...! Kalah cepet dech! Berhubung gak bawa raincoat, numpang berteduh dulu lah.***
----
posted by: pkspiyungan.blogspot.com
Kegiatan yang sudah terlaksana antara lain: ketrampilan bikin peninset seri 1 & 2, sama penyuluhan kesehatan reproduksi wanita seri 1 (kanker serviks). Kok gak pernah nongol liputannya? Tukang liputnya kebetulan gak bisa hadir. Kebentur terus sama acara yang tidak bisa di-wakil-kan orla (walah gayanya kayak orang penting aja ya!). Semoga coretan yang ini bisa nebus utang liputan yang kemaren-kemaren ya...he...he...
April, jumpa PKK yang digelar pada pekan pertama tiap bulan ini jatuh tanggal 5, Ahad kemarin. Anggotanya 80-an persen ibu-ibu muda. Semangat. Tak sungkan menelorkan pendapat. Banyak maunya (maksudnya kegiatan-kegiatan). Banyak ide. Setidaknya itu lah yang sempat saya rekam. Materi penyuluhan kesehatan reproduksi wanita seri 2 kali ini juga atas permintaan mereka. Bahasannya tentang kanker payudara. Begitu acara intern PKK usai, giliran PWK beraksi. Kali ini, bidan Niken yang didatangkan khusus dari desa seberang (Sitimulyo), hadir jadi narasumber.
Dijelaskan apa itu kanker payudara, penyebab, ciri, cara deteksi dini. Lengkap lah. Seperti biasa, bahasan semacam ini tak pernah sepi dari gelak tawa. Ger-geran pokoke. Para ibu juga sangat antusias. Mengalir lah berbagai rupa pertanyaan.
“Bedanya tumor sama kanker apa mbak?”
“Kalo sudah nikah lama tapi belum punya anak bisa bikin kanker gak?”
“Menular tidak sih?”
Bahkan ada yang tanya terapi apa yang manjur biar bisa segera dapet momongan. Bidan Niken satu persatu menanggapi semua pertanyaan, sampai ibu-ibu pada dong dan gak bingung lagi.
Diluar mendung udah mengintip. Bau-baunya bakal hujan nich! Untung materi udah kelar disampaikan. Pertanyaan juga udah tuntas dijawab. Acara harus segera diakhiri nampaknya. Ibu-ibu pada banyak jemuran soalnya. Bidan Niken pun segera pulang, takut keduluan hujan. Sementara aku dan seorang teman masih tinggal sebentar. Saat itulah Pak ketua RT memberi komentar,
“Kalo ikut seminar semacam tadi bayar 50 ribu lho mbak! Ini sama mbak-mbak PKS dikasih gratis!”
“Alhamdulillah, kader-kader PKS semangat berbaginya tinggi pak. Semboyannya tansah migunani tumraping liyan. Doakan saja pak semoga kami tetap istiqomah...” sambut kami.
Kalo Bu RT, lain lagi tanggapannya. Sehari sebelumnya (Sabtu sore, 4/4), kami spreading dan sosialisasi pencontrengan di RT ini juga. Door to door. Bu RT tanya, “Mbak kalo acara kayak kemarin itu (spreading) dapet ganti bensin ato uang lelah gitu kan dari caleg-caleg-nya?
“Alhamdulillah tidak Bu...”
“Nggak dapet..?!” Bu RT gumun (heran) banget.
“Kemarin juga ada yang nanya duitnya mana gitu. Tapi kami jawab aja, lha kami gak punya je Pak, wong gak disangoni juga...,” he...he...
“Subhanalloh... Semoga besok balasannya di akhirat ya mbak...” ujar Bu RT
“Aamiin....” balas kami mengakhiri obrolan.
Mendung diluar makin pekat. Saatnya cabut, balapan sama si hujan ni! Baru tiga menit jalan, waa.... brrees...! Kalah cepet dech! Berhubung gak bawa raincoat, numpang berteduh dulu lah.***
----
posted by: pkspiyungan.blogspot.com


Comments
Post a Comment