---
Sengatan sang mentari berbalut semilir angin mengiringi langkah kami ke dusun Gempolsari Banyakan Sitimulyo. Tak mau ketinggalan kicauan burung yang saling bersautanpun meramaikan perjalanan siang itu.
Ahad Wage, (26/04/09) Pukul 14.00 WIB. Kami kembali menyusuri perbukitan dengan jalanan yang menanjak. Karena sudah beberapa kali boncengin ummu Sofie, kali ini saya cukup berani untuk boncengin mereka di jalanan yang menanjak. Tanpa ragu lagi motor kami melaju ke rumah Ibu Sariyem tempat acara PKK.
Saat kami datang, acara sudah dimulai. “Selamat datang mbak-mbak PKS.., “ spontan MC menyambut kehadiran kami. Senyum dan sapa mengalir dari ibu-ibu yang lain. Kalau biasanya acara PWK diisi dengan berbagai pelatihan ketrampilan dan penyuluhan kesehatan ibu, kali ini kami menyajikan materi seputar membangun keluarga sakinah.
Dengan tema “Kunci Bahagia dalam Keluarga” Ibu Tri Wuryani menyampaikan taushiyah dipadukan dengan pengalaman dalam mengarungi bahtera rumah tangga dari sudut agama. Ibu dari 5 orang anak ini sebelumnya minta maaf karena tidak bisa bahasa jawa (bisa sich..tapi dikit-dikit, maklumlah kan asli Jakarte).
Beberapa tips yang disampaikan oleh mantan caleg PKS dari Piyungan ini antara lain:
1. Mawas diri
2. Tujuan menikah sama, yi: untuk bertakwa (supaya tidak terjerumus dalam zina, melahirkankan anak sholeh dan sholehah dan membentuk keluarga yang sakinah)
3. Saling menutup aurot pasangan kita.
Berdasarkan riset dan pengalaman (kalau penulis mah belum ngalamin), keharmonisan dan keretakan rumah tangga sangat ditentukan oleh komunikasi. Oleh karenanya, ibu rumah tangga yang sekaligus pengusaha gemak ini memberikan tips berkomunikasi dengan suami:
- Kalo berbicara dengan suami harus dalam keadaan tenang (jangan emosi…)
- Biasakan cerita apa saja dengan suami (terbuka gitu lhoh..)
- Kalau suami sedang berbicara, kita dengarkan (saling menghargai gitu…)
Yang terakhir.. tak ada pasangan yang tidak mempunyai perbedaan. Yang paling penting bagi isteri adalah banyak berkorban untuk suami, anak dan keluarga. “Pengorbanan adalah kembang kehidupan, kita harus saling mendukung”. Inti dari kehidupan yaitu saling berkait; kalau kita ingin dihargai, maka kita harus menghargai. Kalau kita ingin dihormati, maka kita harus menghormati dan kalau kita ingin disayangi maka kita harus menyayangi.
Nah itu-tu..tipsnya…baguskan? Silahkan dipraktekkan di keluarga masing-masing… Insya Allah akan menjadikan keluarga yang bahagia. ***
---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com
Ahad Wage, (26/04/09) Pukul 14.00 WIB. Kami kembali menyusuri perbukitan dengan jalanan yang menanjak. Karena sudah beberapa kali boncengin ummu Sofie, kali ini saya cukup berani untuk boncengin mereka di jalanan yang menanjak. Tanpa ragu lagi motor kami melaju ke rumah Ibu Sariyem tempat acara PKK.
Saat kami datang, acara sudah dimulai. “Selamat datang mbak-mbak PKS.., “ spontan MC menyambut kehadiran kami. Senyum dan sapa mengalir dari ibu-ibu yang lain. Kalau biasanya acara PWK diisi dengan berbagai pelatihan ketrampilan dan penyuluhan kesehatan ibu, kali ini kami menyajikan materi seputar membangun keluarga sakinah.
Dengan tema “Kunci Bahagia dalam Keluarga” Ibu Tri Wuryani menyampaikan taushiyah dipadukan dengan pengalaman dalam mengarungi bahtera rumah tangga dari sudut agama. Ibu dari 5 orang anak ini sebelumnya minta maaf karena tidak bisa bahasa jawa (bisa sich..tapi dikit-dikit, maklumlah kan asli Jakarte).
Beberapa tips yang disampaikan oleh mantan caleg PKS dari Piyungan ini antara lain:
1. Mawas diri
2. Tujuan menikah sama, yi: untuk bertakwa (supaya tidak terjerumus dalam zina, melahirkankan anak sholeh dan sholehah dan membentuk keluarga yang sakinah)
3. Saling menutup aurot pasangan kita.
Berdasarkan riset dan pengalaman (kalau penulis mah belum ngalamin), keharmonisan dan keretakan rumah tangga sangat ditentukan oleh komunikasi. Oleh karenanya, ibu rumah tangga yang sekaligus pengusaha gemak ini memberikan tips berkomunikasi dengan suami:
- Kalo berbicara dengan suami harus dalam keadaan tenang (jangan emosi…)
- Biasakan cerita apa saja dengan suami (terbuka gitu lhoh..)
- Kalau suami sedang berbicara, kita dengarkan (saling menghargai gitu…)
Yang terakhir.. tak ada pasangan yang tidak mempunyai perbedaan. Yang paling penting bagi isteri adalah banyak berkorban untuk suami, anak dan keluarga. “Pengorbanan adalah kembang kehidupan, kita harus saling mendukung”. Inti dari kehidupan yaitu saling berkait; kalau kita ingin dihargai, maka kita harus menghargai. Kalau kita ingin dihormati, maka kita harus menghormati dan kalau kita ingin disayangi maka kita harus menyayangi.
Nah itu-tu..tipsnya…baguskan? Silahkan dipraktekkan di keluarga masing-masing… Insya Allah akan menjadikan keluarga yang bahagia. ***
---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com


Comments
Post a Comment