JK Abaikan Rekomendasi 25 DPD Partai Golkar

JAKARTA--MI: Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla, Senin (27/4) malam menyesalkan surat yang ditandatangani 25 DPD Partai Golkar yang meminta DPP Partai Golkar kembali berkoalisi dengan Partai Demokrat. Kalla menilai adanya politik adu domba internal parpol yang dilakukan pihak-pihak tertentu yang kini terjadi di Golkar, PAN dan PPP.

Isi surat yang dilayangkan hari ini tersebut mengkhawatirkan Partai Golkar gagal berkoalisi sehingga tidak bisa mencalonkan capres. Untuk mengantisipasi itu 25 DPD mengusulkan enam nama pendamping SBY sebagai cawapres yaitu Aburizal Bakrie, Sri Sultan Hamengku Buwono X, Agung Laksono, Fadel Muhammad, Akbar Tanjung dan Surya Paloh.

"Saya mencermati surat itu. Kami sudah bekerja dengan mandat itu, dalam 1-2 hari ini kita akan segera umumkan koalisi ini," kata Kalla.

Dalam jumpa pers yang juga dihadiri Fahmi Idris, Soemarsono, Burhanuddin Napitupulu, dan Syamsul Muarif, Kalla menyatakan sebagai antisipasi langkah 25 DPD tersebut, ia akan mengumumkan cawapres pendampingnya, Selasa atau Rabu ini. "Saya tetap menjadi capres, malah kami adalah koalisi pertama yang mengumumkan cawapres," tegasnya.

Kalla menyesalkan langkah pihak-pihak tertentu untu memecah belah partai mulai PAN, PPP dan kini Partai Golkar. "Kita cari siapa ini, apa ada terencana. Tiga partai kok sama ada perpecahan, ini ada apa. Tiga partai ini kenapa bersamaan, semua melawan ketua umumnya. ada apa ini. kita tidak tuduh siapa-siapa," jelasnya.

"Kita tidak mau ada budaya politik seperti ini, artinya tidak menjalankan demokrasi secara baik-baik, terpecah belah pandangannya, ditakut-ditakuti dan ditangkapi," tambah Kalla. (Fud/OL-06)

sumber: mediaindonesia.com
---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Comments