Allaahu Akbar…!
Islam…… Jayalah….!
Yahudi… Hancurkan…!
Hamas…. Majulah……!
Islam…… Jayalah….!
Yahudi… Hancurkan…!
Hamas…. Majulah……!
HAMAS PIYUNGAN kembali menggebrak. Setelah sukses dengan TOURING ke Jakarta meramaikan Aksi Solidaritas Palestina bulan lalu, kini Ahad (8 Feb 2009) dengan bertanjuk “Pelantikan Pengurus dan Anggota Baru” mengundang talenta-talenta Mujahid Muda untuk bergabung dilantik menjadi anggota Himpunan Anak MudA PKS (HAMAS) dan HAMAS Girls.
Di awali dengan pekikan Takbir dan yel-yel di atas, MC Danie As-syakieb membuka acara untuk ‘membakar’ ghiroh perjuangan ratusan anak muda-mudi di seluruh Piyungan yang memadati gedung Balai Desa Srimartani Piyungan pagi itu. ‘Pemuda Hari ini, adalah Pemimpin di Masa Depan’, demikian salah satu prolog darinya yang disambut antusiasme hadirin. Wajah wajah baru itu larut dalam nuansa penuh spirit kemenangan. Rangkaian acara satu persatu mengalir.
Setelah pembukaan dan kalam wahyu Ilahi dilantunkan, sambutan dari Komandan HAMAS Zona Piyungan (Sunardi ) serta Komandan HAMAS wilayah Yogyakarta (Eral) disambut hysteria massa. Dengan tongkrongan ‘gue banget’ Komandan HAMAS Jogja yang juga seorang penyiar radio Prambors ini mampu meningkatkan ke-pede-an anak-anak muda yang baru bergabung dengan HAMAS pagi itu.
Acara berikutnya adalah Orasi (Taujih) Jihad yang disampaikan Wawan Wikasno Ketua DPC PKS Piyungan. Dalam kesempatan itu, Ketua DPC yang datang ke lokasi acara dengan menaiki motor Harley ini memberi kesadaran akan posisi dan peran generasi muda sebagai generasi perubah. Mereka yang tak lain adalah generasi pewaris Kitabullah dengan menyitir ayat ke-32 dalam QS. Faathir.
“Kemudian Kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami, lalu di antara mereka ada yang menganiaya diri mereka sendiri dan di antara mereka ada yang pertengahan dan diantara mereka ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah. Yang demikian itu adalah karunia yang amat besar” (Q.S. Faathir:32)
Tiga ‘model’ pewaris kitab yang digambarkan dalam ayat tersebut dipaparkan dengan jelas, sesekali pekikan takbir bergemuruh. Model pertama adalah mereka yang menganiaya diri sendiri. Seorang pemuda yang hanya berfikir kehidupan dunia saja. Kehidupannya hanya dipenuhi ‘fatamorgana’ kenikmatan dunia. Berfoya foya, bermaksiat kepada Allah jauh dari nilai nilai kitab warisannya. Kedua adalah golongan yang masih ragu ragu. Tatkala kebaikan menguntungkan dirinya dia merasa bagian dari jasanya. Namun bila keburukan yang ada dia juga ikut berkecimpung menikmatinya. Tak jarang juga ia hanya bertindak sebagai penonton dari realita hidup yang menyertainya. Dan yang ketiga adalah mereka yang mendahulukan kebajikan dengan izin Allah. Tiada waktu terlewat baginya kecuali kebaikan yang dikerjakannya. Semangat dan kemauannya dalam ber-amar ma’ruf nahi munkar mampu menutup keburukan yang ada padanya. Dan diharapkan talenta-talenta muda yang hadir ini menjadi bagian dari pewaris kitab dari golongan yang ketiga ini.
Usai pemberian Taujih Jihad, acara dilanjutkan dengan pelantikan anggota baru HAMAS zona Piyungan. Ketua DPC PKS Piyungan secara simbolis memberikan Kartu Tanda Anggota (KTA) HAMAS kepada salah seorang anggota baru HAMAS yang diwakili Isnadin dari dusun Sanasari Srimartani Piyungan. Hadirin kemudian mengikuti dengan mengenakan sorban hitam-putih bagi anggota HAMAS dan sorban merah bagi HAMAS Girls.
Sebelum acara ditutup, anggota HAMAS yang baru dilantik dibuat takjub dengan penampilan atraksi KORSAD DPW PKS Jogja. Berbagai keahlian beladiri tangan kosong dan bersenjata diperagakan oleh 8 (delapan) anggota senior Korsad. Tepuk tangan dan pekikakan takbir membahana sepanjang jalannya atraksi.
Acara indoor kemudian ditutup dan dilanjutkan dengan acara utama berupa konvoi motor anggota HAMAS keliling menyusuri jalan protokol yang ada di Piyungan. Dengan dikawal aparat kepolisian polsek Piyungan konvoi berjalan tertib melalui rute Balai Desa Srimartani – Jl. Prambanan – Jl. Wonosari – Jl. Sitimulyo – Pleret – Jl. Potorono – Markas Dakwah DPC Piyungan – Jl. Wonosari – Jl. Prambanan – Balai Desa Srimartani. [w]
Di awali dengan pekikan Takbir dan yel-yel di atas, MC Danie As-syakieb membuka acara untuk ‘membakar’ ghiroh perjuangan ratusan anak muda-mudi di seluruh Piyungan yang memadati gedung Balai Desa Srimartani Piyungan pagi itu. ‘Pemuda Hari ini, adalah Pemimpin di Masa Depan’, demikian salah satu prolog darinya yang disambut antusiasme hadirin. Wajah wajah baru itu larut dalam nuansa penuh spirit kemenangan. Rangkaian acara satu persatu mengalir.
Setelah pembukaan dan kalam wahyu Ilahi dilantunkan, sambutan dari Komandan HAMAS Zona Piyungan (Sunardi ) serta Komandan HAMAS wilayah Yogyakarta (Eral) disambut hysteria massa. Dengan tongkrongan ‘gue banget’ Komandan HAMAS Jogja yang juga seorang penyiar radio Prambors ini mampu meningkatkan ke-pede-an anak-anak muda yang baru bergabung dengan HAMAS pagi itu.
Acara berikutnya adalah Orasi (Taujih) Jihad yang disampaikan Wawan Wikasno Ketua DPC PKS Piyungan. Dalam kesempatan itu, Ketua DPC yang datang ke lokasi acara dengan menaiki motor Harley ini memberi kesadaran akan posisi dan peran generasi muda sebagai generasi perubah. Mereka yang tak lain adalah generasi pewaris Kitabullah dengan menyitir ayat ke-32 dalam QS. Faathir.
“Kemudian Kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami, lalu di antara mereka ada yang menganiaya diri mereka sendiri dan di antara mereka ada yang pertengahan dan diantara mereka ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah. Yang demikian itu adalah karunia yang amat besar” (Q.S. Faathir:32)
Tiga ‘model’ pewaris kitab yang digambarkan dalam ayat tersebut dipaparkan dengan jelas, sesekali pekikan takbir bergemuruh. Model pertama adalah mereka yang menganiaya diri sendiri. Seorang pemuda yang hanya berfikir kehidupan dunia saja. Kehidupannya hanya dipenuhi ‘fatamorgana’ kenikmatan dunia. Berfoya foya, bermaksiat kepada Allah jauh dari nilai nilai kitab warisannya. Kedua adalah golongan yang masih ragu ragu. Tatkala kebaikan menguntungkan dirinya dia merasa bagian dari jasanya. Namun bila keburukan yang ada dia juga ikut berkecimpung menikmatinya. Tak jarang juga ia hanya bertindak sebagai penonton dari realita hidup yang menyertainya. Dan yang ketiga adalah mereka yang mendahulukan kebajikan dengan izin Allah. Tiada waktu terlewat baginya kecuali kebaikan yang dikerjakannya. Semangat dan kemauannya dalam ber-amar ma’ruf nahi munkar mampu menutup keburukan yang ada padanya. Dan diharapkan talenta-talenta muda yang hadir ini menjadi bagian dari pewaris kitab dari golongan yang ketiga ini.
Usai pemberian Taujih Jihad, acara dilanjutkan dengan pelantikan anggota baru HAMAS zona Piyungan. Ketua DPC PKS Piyungan secara simbolis memberikan Kartu Tanda Anggota (KTA) HAMAS kepada salah seorang anggota baru HAMAS yang diwakili Isnadin dari dusun Sanasari Srimartani Piyungan. Hadirin kemudian mengikuti dengan mengenakan sorban hitam-putih bagi anggota HAMAS dan sorban merah bagi HAMAS Girls.
Sebelum acara ditutup, anggota HAMAS yang baru dilantik dibuat takjub dengan penampilan atraksi KORSAD DPW PKS Jogja. Berbagai keahlian beladiri tangan kosong dan bersenjata diperagakan oleh 8 (delapan) anggota senior Korsad. Tepuk tangan dan pekikakan takbir membahana sepanjang jalannya atraksi.
Acara indoor kemudian ditutup dan dilanjutkan dengan acara utama berupa konvoi motor anggota HAMAS keliling menyusuri jalan protokol yang ada di Piyungan. Dengan dikawal aparat kepolisian polsek Piyungan konvoi berjalan tertib melalui rute Balai Desa Srimartani – Jl. Prambanan – Jl. Wonosari – Jl. Sitimulyo – Pleret – Jl. Potorono – Markas Dakwah DPC Piyungan – Jl. Wonosari – Jl. Prambanan – Balai Desa Srimartani. [w]


Comments
Post a Comment