by: A-HasSebagai organisasi baru wadah anak-anak muda 'mangkal', HAMAS (Himpunan Anak Muda PKS) berupaya membuat program yang bagi anak muda terasa 'gue banget'. Boleh dibilang, PKS (Piyungan) hanya membuat wadah HAMAS sedang kegiatan-kegiatannya 'disesuaikan' kepada anggota HAMAS yang merupakan 'new comer' dalam dunia PKS. Kata kunci untuk kegiatan itu adalah No-violence, No-drugs, No-maksyiat.
Maka ketika HAMAS menggelar konvoi perdana (8/2), masyarakat yang menyaksikan konvoi banyak yang memuji HAMAS karena tidak mengganggu masyarakat, tidak ada suara bising motor yang diblombong (dicopot) knalpotnya. Bahkan masyarakat terhibur dengan suguhan atraksi dari Tim Kreatif HAMAS sepanjang konvoi. Awalnya masyarakat deg-degan dengan tampilan HAMAS ala intifadhah dengan sorban membalut kepala, tapi setelah menyaksikan langsung perilaku HAMAS mereka jadi salut.
"Mas saya salut sekali dengan HAMAS. Dulu sewaktu saya masih di GPK, sebelum konvoi seperti ini kami 'nenggak' dulu," ujar Gito salah satu anggota baru HAMAS. Dia meninggalkan wadah lamanya karena tidak cocok dengan hati nuraninya, dan ketika melihat HAMAS, pemuda bertubuh kekar ini merasa cocok untuk mengekspresikan dirinya tanpa harus bertentangan dengan nuraninya.
HAMAS sebagai wadah anak-anak muda non-kader (non-tarbiyah) berupaya mengarahkan potensi besar anak muda menjadi pembela kebenaran. Bergabung dalam shof penegak kebenaran. Sudah lama potensi anak muda ini 'dimanfaatkan' bukan untuk kepentingan umat. Sudah 'bosan' rasanya melihat potensi anak muda hanya menjadi mainan lima tahunan. Maka HAMAS punya niat untuk membina potensi ini menjadi energi dahsyat pembela barisan dakwah dengan pembinaan berkelanjutan. Tentu model pembinaan ini beda banget dengan pembinaan untuk kader. Untungnya penggagas-penggagas HAMAS (Piyungan) adalah mantan-mantan 'pemain lama' yang tahu persis selera anak muda.
Tentu langkah HAMAS ini bukan tanpa hambatan. Pesaing-pesaing HAMAS yang notabene pemain-pemain lama dalam dunia anak muda ini berupaya menjegal langkah dan niatan HAMAS. Tentu respon negatif ini bagi kami malah meningkatkan adrenalin untuk memasifkan perekrutan anggota HAMAS. [has]
Maka ketika HAMAS menggelar konvoi perdana (8/2), masyarakat yang menyaksikan konvoi banyak yang memuji HAMAS karena tidak mengganggu masyarakat, tidak ada suara bising motor yang diblombong (dicopot) knalpotnya. Bahkan masyarakat terhibur dengan suguhan atraksi dari Tim Kreatif HAMAS sepanjang konvoi. Awalnya masyarakat deg-degan dengan tampilan HAMAS ala intifadhah dengan sorban membalut kepala, tapi setelah menyaksikan langsung perilaku HAMAS mereka jadi salut.
"Mas saya salut sekali dengan HAMAS. Dulu sewaktu saya masih di GPK, sebelum konvoi seperti ini kami 'nenggak' dulu," ujar Gito salah satu anggota baru HAMAS. Dia meninggalkan wadah lamanya karena tidak cocok dengan hati nuraninya, dan ketika melihat HAMAS, pemuda bertubuh kekar ini merasa cocok untuk mengekspresikan dirinya tanpa harus bertentangan dengan nuraninya.
HAMAS sebagai wadah anak-anak muda non-kader (non-tarbiyah) berupaya mengarahkan potensi besar anak muda menjadi pembela kebenaran. Bergabung dalam shof penegak kebenaran. Sudah lama potensi anak muda ini 'dimanfaatkan' bukan untuk kepentingan umat. Sudah 'bosan' rasanya melihat potensi anak muda hanya menjadi mainan lima tahunan. Maka HAMAS punya niat untuk membina potensi ini menjadi energi dahsyat pembela barisan dakwah dengan pembinaan berkelanjutan. Tentu model pembinaan ini beda banget dengan pembinaan untuk kader. Untungnya penggagas-penggagas HAMAS (Piyungan) adalah mantan-mantan 'pemain lama' yang tahu persis selera anak muda.
Tentu langkah HAMAS ini bukan tanpa hambatan. Pesaing-pesaing HAMAS yang notabene pemain-pemain lama dalam dunia anak muda ini berupaya menjegal langkah dan niatan HAMAS. Tentu respon negatif ini bagi kami malah meningkatkan adrenalin untuk memasifkan perekrutan anggota HAMAS. [has]


Comments
Post a Comment