Warga Rejosari Siap All Out Dukung PKS!

Oleh: Dhanie Asy-Syakib
------------------------------
"Tidaklah sama antara orang beriman yang duduk ( yang tidak turut berperang ) tanpa mempunyai uzur, dengan orang-orang yang berjihad di jalan ALLOH dengan harta dan jiwanya" ( An-nisaa' : 95 )

Baitii-jannatii, inilah ungkapan yang tepat, yang senantiasa menjadikan diri ini nyaman dan bahagia tentunya jika berada kembali di rumah, keluarga tercinta. Sore itu, Ahad (2/11/08) setelah seharian memanfaatkan waktu libur dengan rihlah di pantai Glagah dengan air payaunya, bersama The Big Family of DPRa PKS Srimartani. Tak bisa dipungkiri, badan terasa lelah juga, apalagi semua pakaian yand dikenakan masih basah kuyup setelah berbasah ria dengan polo air, hemmm.....

Dengan air hangat, tubuh ini kembali segar dan terasa "hidup" kembali. Apalagi dengan segelas teh hangat dan makanan kesukaan "rempelo ati", plus senyuman dan obrolan hangat dengan "zaujatii" memberikan suntikan semangat kembali untuk tetap melanjutkan aksi silkoh malam itu ke dusun Rejosari Srimartani.

Kami, tim ikhwan DPRa Srimartani, menyusuri jalan yang sudah gelap menuju Masjid Al-Huda Rejosari. Disana, Pak Lanjar, Pak Ponijan, Pak Basiran dengan anggota takmir masjid sudah menunggu sambil membaca-baca buku sholat (ane jadi inget mahfudzot dari ustadz ane di pondok dulu, never too old to learn, harus dicontoh nich!). Para ta'mir masjid Al-Huda ini beberapa waktu yang lalu 'ngontak' ke DPRa PKS Srimartani untuk ikutan 'liqo'. Mereka siap membentuk kelompok liqo bapak-bapak ta'mir masjid. Dan malam ini, kami silaturohim untuk menindaklanjuti 'permintaan' mereka.

Sambutan ramah mengawali "perjumpaan" kami malam itu. Berbagai ceritapun disampaikan dengan penuh keakraban, mulai dari kisah unforgetable perjuangan warga Rejosari menegakkan keadilan beberapa waktu silam, berbekal keimanan, keyakinan yang kuat, kebersamaan antar warga dan hanya mengharap pertolongan ALLOH jua, maka akhirnya kebenaranlah yang menjadi pemenang. Meski perjuangan Bapak Ponijan dkk belum usai, namun beliau dkk akan tetap berjuang memperjuangkan kebenaran dan keadilan.

Suasanya menjadi semakin gayeng dengan minuman dan makanan kecil yang disajikan keluarga Bapak Basiran serta ada warga yang berdatangan bergabung dan beramah tamah di teras masjid.

Ada satu hal, yang menjadikan spirit perjuangan kami terus menggelora, bahwa "warga Rejosari siap all out mendukung PKS", tutur Bapak Lanjar, sesepuh dan tokoh warga Rejosari. Tidak bisa disangkal, jika beliau menyampaikan hal ini, karena beliau yang sudah banyak "makan asam garam" politik di wilayah Piyungan, banyak Partai Politik yang sudah mengecewakan beliau dan warga Rejosari, karena mereka (parpol) datang dan bersikap baik ketika mereka butuh suara saja.

Apalagi ketika perjuangan warga dengan misi mengungkap kebenaran dana rekonstruksi gempa, parpol-parpol tak ada yang cekatan, sigap dan peduli kepada warga, hanya PKS saja yang datang dengan advokasi yang langsung dipelopori oleh Aleg PKS, Bapak Amir Syarifudin (yang sampai saat ini beliau masih aktif blusukan membina warga).

Bukan hanya itu saja, pendampingan dan pembinaan yang terus berkelanjutan untuk warga Rejosari, yang membuka empati warga dengan siap mendukung PKS sebagai media menuju kebenaran dan keberkahan yang diridhoi ALLOH Azza Wajalla.

Bahkan, para pemudapun siap untuk digandeng dan dibina PKS di berbagai kegiatan untuk kemanfaatan di dusun Rejosari. Apalagi pemuda juga minta atribut, bendera PKS besar yang akan dipasang tinggi melebihi bendera parpol lain.

Lantas, apalagi yang kita tunggu, banyak saudara-saudara kita yang menanti uluran keadilan, menggantungkan asanya kepada kita, tidak pantas kalau kita malah asyik sibuk dengan urusan diri sendiri.

Ayo sambut dan rengkuh tangan-tangan saudara-saudara kita disana, jemput asa mereka menuju peradaban yang berkeadilan dalam bingkai keridhoan ILLAHI ROBBI. ALLOH Musta'an.

Comments