Silaturohim ke Tokoh Muda NU Piyungan

Reporter: Abu Hasan
KEMBANGSARI SRIMARTANI: Usai menuntaskan Aksi Sosial PKS Peduli di Sumber Rejo yang berlangsung pagi sampai dzuhur (Ahad, 9/11), kader-kader DPRa PKS Srimartani langsung melanjutkan dua agenda yang bersamaan siang harinya. Satu tim meluncur ke dusun Rejosari untuk acara Pos WK (sesuai rencana aksi) dan Tim yang lainnya menuju dusun Kembangsari karena adanya agenda ‘dadakan’.

Agenda ke Kembangsari berawal dari usulan akh Haryadi yang memberitahu kalau ada tokoh pemuda Srimartani yang baru mendapatkan karunia kelahiran anak pertama. Beliau adalah Ahmad Muhsin, mantan ketua ormas pemuda NU Anfat (Anshor Fatayat) kecamatan Piyungan. Berita gembira ini tentu langsung disambut baik kader-kader Srimartani untuk bersilaturohim.

Alhamdulillah, rombongan DPRa Srimartani dapat bertemu langsung tuan rumah. Dengan wajah berseri-seri Pak Muhsin memperlihatlkan putri pertamanya, Aisha Syifa Amiw Auliya. Putri cantik ini lahir normal di Rumah Sakit Islam Hidayatullah enam hari yang lalu dengan berat badan 2,6 kg dan panjang 47 cm. Kabid Kewanitaan DPC PKS Piyungan Bu Nur Wakidah yang ikut bersama rombongan PKS terlihat asyik ikut menimang bayi yang masih berwarna merah ini.

Sambil menikmati hidangan dari tuan rumah, kami berbincang-bincang seputar ‘kesibukan’ Pak Mushin akhir-akhir ini. Beliau dan istrinya ternyata masih kuliah. Pak Mushin baru saja meneruskan ke jenjang S2 jurusan Teknik Industri di UGM sedang Bu Isna Wahyuni baru skripsi di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta jurusan Muamalat.

Selepas membenahi sistem organisasi muda-mudi NU yang tergabung dalam Anfat, Pak Muhsin sekarang menangani Banser kecamatan Piyungan. Beliau ingin memberi andil menempa sisi mental dan keagamaan kader-kader Banser. Bahkan beliau bersama ormas Kokam Muhammadiyah Piyungan sudah membentuk Jalmas Kalimosodo, sebuah organiasi yang bergerak untuk ‘memerangi’ penyakit masyarakat ‘molimo’: perjudian, drugs, permesuman dan kemaksyiatan yang lain. Beberapa kali mereka sudah melakukan ‘sweeping’ sarang-sarang kemaksyiatan di wilayah Piyungan.

Sekitar pukul 14.30 WIB kami mengakhiri silaturohim sekaligus ‘jagong bayi’. Sebelum pamit tak lupa kami mendo’akan Aisha Syifa Amiw Auliya putri pertama pasangan Ahmad Muhsin – Isna Wahyuni agar menjadi anak yang sholihah berguna bagi agama dan bangsa.***

Comments