Reporter: BDE"…tik tik tik bunyi hujan
di atas genting
airnya turun tidak terkira
cobalah tengok jalanan sitimulyo
rontek PKS terpasang semua…"
Lagu semangat memecah kehe- ningan malam tepatnya kamis malam tanggal 20 Nopember 2008. Malam itu kurang lebih 200 rontek PKS terpasang dengan sempurna di sepanjang jalan utama desa Sitimulyo Piyungan.
Pemasangan atribut PKS dalam bentuk rontek di wilayah DPRa Sitimulyo dipimpin langsung oleh Akh Sunardi sebagai korlap. Beliau memberikan pengarahan bahwasanya rontek dipasang pada dua sisi jalan dan penggunaan bendrat/kawat kecil untuk semaksimal mungkin dan dianjurkan kuat.
Dari hasil syuro pemasangan rontek malam itu dikonsentrasikan di jalan Sitimulyo. Sebagai info bahwasanya jalan Sitimulyo melewati beberapa kandang dari partai-partai lain, walaupun demikian pemasangan tidak terhalangi oleh hal-hal seperti itu. Sempat ada kejadian serius, disaat memasang rontek di wilayah partai lain sempat ada perbincangan serius. "Mas kulo mbotem pareng nek panjenengan masang teng riki (mas saya tidak membolehkan memasang di sini)." Secara persuasif kami berargumen, "Pak niki sanes teng daleme jenengan utawi pekarangan panjenengan (pak ini bukan di rumah bapak atau di pekarang rumah bapak)." Inti dari perbincangan itu adalah bahwa pemasangan atribut partai di tempat umum dibolehkan, sedangkan di tempat milik pribadi harus seizin pemilik. Maka kamipun tetap melakukan pemasangan.
Tepat pukul 22.00 WIB pasukan DPRa Sitimulyo beristirahat sambil menikmati wedang jahe dan ‘sega kucing’ khas ‘warung koboi’. Rintik-rintik hujan masih membersami kami menyantap hidangan sambil merancang ‘operasi atribut’ berikutnya.
-------
* Warung Koboi adalah warung hiek/warung wedang jahe dan nasi murah meriah khas Kota Jogja.


Comments
Post a Comment