Oleh: Abu Hasan--------------------
“Aslkm krena da agenda silkoh liqo diundr jam8.”
SMS yang penuh ‘gaerah perjuangan’ ini masuk inbox M55 tepat pukul 16.49 WIB Senin 3 Nov’08.
Tak kalah antusias ‘Ane’ langsung me-reply dengan kata singkat OK!
Pesan SMS tadi dikirim oleh Akh Sunar, mantan komandan GPK yang sekarang jadi penggerak PKS di desa Sitimulyo Piyungan. DPRa Sitimulyo pekan-pekan ini memang sedang gencar melakukan silkoh (silaturohim ke tokoh-tokoh masyarakat). Dan malam ini (Malam Selasa) yang biasanya liqo dimulai ba’da Maghrib diundur jadi jam 8 malam. Sehingga agenda PKS dan agenda liqo bisa seiring dan seirama. Karena kedua-duanya adalah agenda dakwah.
Ditemani rintik gerimis yang mengguyur bumi Jogja sejak siang tadi, Ane meluncur ke dusun Karanggayam Sitimulyo. Kurang lima menit dari jam 8 sampailah di rumah Akh Bahtiar BDE, lokasi liqo malam itu. Berbahagia sekali melihat wajah-wajah ceria penuh semangat. Tampak beda penampilan Pakde Mujiran malam itu dengan jaket putih hitam PKS yang gagah. Akh Parman, Didi, Parjo dan Akh Sunar juga sudah berkumpul. Suasanapun makin hangat dengan sajian Wedang Jahe suguhan sohibul bait.
Ba’da tilawah, Akh Sunar yang giliran kultum menyampaikan ‘Ahammiyatut Tarbiyah’. Beliau memaparkan pentingnya tarbiyah bagi kader PKS bukan secara teoritis tapi berdasarkan pengalaman yang dijumpainya sendiri. “Tarbiyah inilah yang akan menjaga seorang kader tetap tegar dalam berjihad,” tegas beliau mengakhiri kultum.
Sampai sekitar pukul sepuluh malam, agenda-agenda liqo malam itu usai tertunaikan. Infaq Liqo sampai malam itu tersaldo seratus lima puluh ribu. Mutaba’ah amaliyah yaumiyah terus berjalan untuk mengkontrol amal ibadah kader. Madah tarbiyah membahas syarah arkanul bai’ah, rukun at-tadhiyah.
Saat kami berpamitan dengan tuan rumah, rintik gerimis pun ikut berpamitan dari bumi Jogja tercinta.
Ilal Liqo Yaa Akhi…!!


Comments
Post a Comment