Perjalanan ini……

by : Dimar Sembiring
Perjalanan ini terasa sangat menyenangkan...
Sayang kau tak duduk disampingku kawan...
Banyak cerita yang mestinya engkau dengarkan...
Dibalik gunung bebatuan...
-------
Itulah penggalan salah satu lirik lagu Ebiet GAD yang mungkin pas untuk menggambarkan apa yang terjadi pada Silkoh PKS Srimartani semalam. Banyak sekali cerita manis yang sungguh sangat berkesan yang pasti sayang sekali untuk dilewatkan.

Meruncing galah dengan pisau
Tuk ambil mangga di rumah si dia
Janganlah galau dan jangan risau
Untuk anda Dimar Sembiring akan bercerita

SRIMARTANI - Selasa 14 oktober 2008. Team Silkoh yang terdiri dari Rusdi Martono (Ketua DPRa), Si Boy Haryadi dan Eko "Adam" Heri meluncur ke dusun Mutihan, tepatnya di rumah Bapak Suharno selaku dukuh Mutihan. Sekitar pukul 18.15 WIB Tim sampai di tempat dan di sana sudah ada Ketua DPC PKS Piyungan yang juga menjadi Caleg PKS Dapel IV DPRD II Bantul, Pak Wawan Wikasno. Memang kita sudah janjian dari awal untuk langsung ketemu di rumah pak dukuh saja, yang notabenen-ya adalah teman akrab pak Wawan.

Benar kiranya, karena perbincanganpun langsung berlangsung "nyambung" dan pak dukuh secara "terang-terangan" mengikrarkan siap mendukung PKS. Setelah saling bermaaf-maafan, beliau mengungkapkan rasa terima kasih karena PKS telah membangunkan Masjid untuk dusun Mutihan. Masjid tersebut dari Catar Carity yang mempercayakan penyalurannya melalui PKS. Lebih lanjut beliau bahkan menguraikan peta politik di dusun Mutihan. "'Khans' PKS disini cukup besar mas, karena masyarakat sudah banyak melihat dan merasakan kiprah njenengan semua selama ini" tutur beliau. "Dari seringnya Pelayanan kesehatan gratis dan bahkan membangunkan masjid lagi" imbuh beliau. Obrolan penuh candapun mengalir sampai terdengar adzan Isya hingga kami berpamitan.

Setelah Sholat Jama'ah Isya' di masjid Petir, team yang Notabene-nya tinggal 3 ikhwan (karena pak Wawan ada agenda lain), melanjutkan perjalanan ke rumah pak Poniman, dukuh dusun Petir. Setelah saling bermaaf-maafan juga, pak dukuh sangat berterima kasih sekali dengan kiprah PKS selama ini, khususnya di dusun Petir. Beliau menghimbau untuk senantiasa ditingkatkan dan untuk bisa selalu konsisten ataupun istiqomah dalam melayani masyarakat.

"Yang penting sing ikhlas dan diniati ibadah saja mas" tutur beliau. "Saya do'akan, semoga apa yang sampean semua cita-citakan bisa terwujud". Sambung beliau yang langsung diamini kami yang hadir. Sekitar jam 8an malam, karena sudah dirasa cukup kamipun mohon undur diri untuk bersua kembali di lain waktu.

Tim pun bergegas pergi ke target agenda selanjutnya. Seperti malam-malam sebelumnya, agenda terahir ditutup dengan finishing touch. Kali ini warung mie ayam di dekat pasar Kembangsari yang kami serbu. Sembari mengevaluasi dan merencanakan agenda hari-hari berikutnya, tak terasa mangkuk mie yang tadinya full dalam sekejap sudah kosong.

Perjalanan ini terasa sangat menyenangkan...
Sayang kau tak duduk disampingku kawan...

Comments