Gerakan Peduli Tetangga: Tak Ada Uang, Menthok pun Jadi

by: ORTEGA

GERAKAN PEDULI TETANGGA sudah dicanangkan PKS di bulan suci nan penuh barokah ini. Bagaimana implementasi gerakan itu di tataran akar rumput kader-kader PKS?

Ini salah satu ceritanya…

Di sebuah dusun yang jauh sekali dari kampung halaman aslinya, tinggalah Ummu Yasmin seorang kader akhwat PKS bersama lima anaknya. Sudah empat bulan Ummu Yasmin ‘menabung’ untuk bekal lebaran tahun ini dengan memelihara empat ekor menthok dan beberapa ekor ayam.

Ramadhan yang sudah berjalan sepekan ini menambah berseri Ummu Yasmin karena sebentar lagi akan ‘panen’ menthok dan ayam yang akan dijual di penghujung Ramadhan nanti. Memang harga jual menthok dan ayam akan melonjak tinggi beberapa hari sebelum lebaran idul fitri. Dan seperti tahun sebelumnya, hasil jualan menthok dan ayam ini akan dipakai Ummu Yasmin untuk membelikan baju lebaran buat anak-akanya.

Namun malam itu wajah Ummu Yasmin lebih berseri-seri saat kedatangan Prambon, tetangganya yang jadi ketua pemuda kampung. Dengan dibantu Prambon, Ummu Yasmin menangkapi menthok-nya. Lho, lebaran masih jauh kok sudah mau menjual menthok?

“ini tolong nanti dimasak buat anak-anak muda yang sedang kerja bakti di Masjid,” ujar Ummu Yasmin sambil menyerahkan dua ekor menthok-nya.

“Matur suwun, bu”, sambil menenteng menthok Mas Prambon bergegas pamitan.

Lima menit kemudian….

“Bu, yang kerja bakti di masjid banyak banget, kayaknya menthoknya kurang, bisa nambah satu ekor lagi bu?”, Mas Prambon tergopoh-gopoh datang lagi ke rumah Ummu Yasmin.

Maka dengan sigap, Ummu Yasmin menangkap satu ekor lagi menthok kesayangannya dan diberikan kepada Prambon. Tinggalah sekarang satu ekor menthok yang tersisa di kandang.

Malam itu, Ummu Yasmin menutup hari dengan wajah lebih berseri.



Comments