Caleg PKS Harus Lolos Scan Dewan Syari'ah

[pkspiyunganonline] Di saat partai-partai baru membuka pendaftaran calon anggota legislatif (caleg), Partai Keadilan Sejahtera (PKS) justru telah mengumumkan daftar nama-nama yang bakal duduk di Senayan beberapa pekan lalu.

Menurut Ketua Badan Pemenangan Pemilu PKS Muhammad Razikun, partainya telah melakukan rekrutmen caleg sejak satu tahun lalu. ”Panduan pencalegan telah kita buat dua tahun lalu dan rekrutmen satu tahun lalu,” ujar Razikun di Jakarta kemarin.

Menurut Razikun, dalam proses rekrutmen, PKS tidak mengenal pendaftaran caleg yang dibuka secara umum dan terbuka, tetapi melalui pemilihan internal oleh seluruh kader.

”Kita memang tidak membuka pendaftaran caleg, seluruh kader mengusulkan nama yang akan dijadikan caleg yang kemudian diproses secara berjenjang mulai dari tingkat daerah hingga pusat,” tambah Razikun.

Karena itu, pengambilan formulir pendaftaran caleg PKS tidak dilakukan di saat-saat sekarang.

Caleg PKS Harus Lolos Scan Dewan Syariah

Untuk menghindari masuknya caleg bermasalah, PKS punya kiatnya. Semua calon harus lebih dulu lolos scan Dewan Syariah. Kalau moralnya buruk, dijamin tidak bisa lolos.

"Semua calon yang diusulkan daerah harus lolos scan Dewan Syariah, baik di tingkat wilayah maupun pusat. Itu merupakan lembaga yudikatif di PKS. Jadi kalau mereka bermasalah secara moral, itu otomatis akan gugur," kata Presiden PKS Tifatul Sembiring di Jakarta, Kamis (26/6).

Ditegaskan dia, tidak ada permintaan maupun pemungutan dana kepada para caleg PKS. "Yang penting tim ini dapat bekerja, tapi mereka harus mencari dana untuk membiayai kampanyenya sendiri. Jadi tidak ada setoran-setoran di PKS," tegasnya.

Dituturkan dia, dirinya sudah meneken 314 caleg untuk pusat, walaupun targetnya 135 orang. Ketua MPR Hidayat Nurwahid disebutkan Tifatul dicalonkan di daerah Klaten, Jawa Tengah.

"Kalau caleg perempuan ada 36 persen. Tahun 2004 PKS paling banyak menyalonkan perempuan sebanyak 39 persen. Dari segi umur yang paling banyak usianya 35-45 tahun," urai Tifatul. [okezone - inilah.com]

Comments